Aktivitas Bermusik Dari Balik Dinding Stasiun Kota Baru Malang


musik stasiun

Music Station, setiap hari mulai pukul 1 siang – 8 malam (dok; portalmusikmalang)

Portalmusikmalang.com – Suguhan musik secara live tidak hanya dinikmati ditempat hiburan seperti kafe, gedung pertunjukan, maupun tempat dimana umumnya pertunjukan musik itu digelar. Banyak tempat yang bisa di fungsikan sebagai ajang kreasi dalam bermusik. Seperti contohnya dalam stasiun kereta api.

Dibeberapa negara seperti Amerika Serikat contohnya, berkreasi dalam lingkup yang bisa dibilang terbatas ini sudah hal umum dan menjadi konsumsi publik disana. Bahkan band top dunia sekelas U2 bersama Jimmy Fallon pun pernah juga pernah tampil dalam lingkup seperti itu, memberi kejutan kepada fans dengan sebuah samaran awalnya.

Puluhan ribu kilometer dari Amerika Serikat, tepatnya di Kota Malang, Jawa Timur. Sejumlah musisi di kota ini juga memanfaatkan fasilitas publik sebagai ajang kreasi dalam bermusik. Bertempat di Stasiun Kota Baru, mereka mengemasnya dengan nama Music Station.

Music Station sendiri diinisiasi oleh pentolan band Arema Voice, Wahyoe GV yang bekerjasama dengan PJKA setempat untuk memberikan ruang bagi musisi yang ingin berkreasi dalam ruang berbeda.

Beberapa waktu lalu, Minggu 1 Oktober 2017, jurnalis portalmusikmalang.com menyempatkan singgah ke stasiun tersebut. Bila anda masuk dari pintu depan sebelah loket tiket, anda cukup menolehkan muka ke sebelah kanan. Pada lorong yang lebarnya tak lebih dari 5 meter itu, tepat dibawah papan hijau bertuliskan “Area Merokok”, disitulah para musisi menampilkan kreativitasnya sejak pukul 1 siang hingga 8 malam untuk memberikan hiburan kepada para penumpang kereta api yang menunggu jadwal keberangkatan.

musik stasiun malang 1 oktober 2017 by portalmusikmalang

Music Station (dok; portalmusikmalang)

Kebetulan pada hari Minggu lalu, band Kos Atos yang merupakan unit keroncong modern asal Malang ini berkolaborasi dengan sekelompok kecil pemain orkestra untuk menyuguhkan hiburan menarik. Kolaborasi keduanya sangat memikat siapapun yang ada di tempat tersebut. Mereka berbaur dengan ribuan orang yang lalu lalang ditempat itu. Lagu-lagu yang mereka bawakan pun cukup familiar sehingga mudah untuk dinikmati. Tak heran, sejumlah penonton yang terlihat bosan menunggu jadwal keberangkatan turut bergabung bersama mereka, sekedar rekues lagu dan ikut bersenandung.

Mereka tak peduli dengan suara laju kereta api yang tengah datang maupun yang sedang berangkat menuju kota tujuan. Seolah musik mereka berpadu manis dengan suara mesin dari “instrument baja” itu.

Tentu, hiburan gratis ini bermanfaat bagi pengunjung atau siapun yang berada ditempat tersebut. Disaat penat menunggu, mereka sangat terhibur hingga mau meluangkan waktu sejenak untuk sekedar menikmati hiburan. Bahkan banyak diantara mereka yang memberikan tips sebagai bentuk apresiasi terhadap musisi yang tampil. (ery/c1/sip).


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |