Andrea Miranda, Representasi Operatic Pop Sebagai Warna Segar Dalam Blantika Musik Tanah Air


andrea miranda media gathering malang

Andrea Miranda bersama Purwa Tjaraka.

Portalmusikmalang.com – Penyanyi pendatang baru Andrea Miranda usai menggelar sesi media gathering di kota Malang yang merupakan kota kelima untuk mempromosikan single berjudul ‘Aku Cinta Padamu’. Single tersebut merupakan bagian dari album perdana yang dirilis 11 November 2015 lalu bertajuk “Andrea Miranda”.

Bertempat di Monopoli Cafe Jalan Merbabu Malang (28/4), kedatangannya tidak sendirian, Dea (sapaan akrabnya) ditemani oleh produser sekaligus ayahnya yang merupakan maestro musik Indonesia, Purwa Tjaraka dan Ria HD (PR & Media Relations) dan tentunya rekan-rekan media yang tampak antusias menyambut kehadiran Dea.

Sesi tanya jawab berlangsung hangat dan penuh keakraban. Seperti saat salah satu rekan media menanyakan, mengapa Dea tidak dikenalkan sejak masih kecil? mengingat peluang tersebut cukup terbuka dengan melihat kapasitas dan kepiawaian seorang Purwa Tjaraka yang tentu tak diragukan hasil didikannya.

Dengan penuh canda, pria yang ogah dipanggil om, namun lebih suka dipanggil mas bro ini menjelaskan, “Jika Dea saya kenalkan sejak masih kecil, orang akan melihatnya karena saya, namanya nanti jadi Dea Purwa Tjaraka.” ujarnya disambut senyum seluruh tamu undangan. Meskipun tak sedikit yang mendorong saat itu untuk mengenalkan Dea sejak kecil dengan melihat potensi yang ada pada dirinya.” ujarnya seraya melanjutkan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejak usia 5 tahun Dea sudah akrab dengan musik. Tak heran jika ia seperti itu, kecintaan Dea terhadap musik merupakan influence kuat yang Ia dapatkan dari Ayahnya, Purwa Tjaraka, seorang Maestro Musik Indonesia dan juga keponakan dari Trie Utami, penyanyi senior yang sudah tidak asing lagi di dunia musik Indonesia.

Karena itu, setelah lulus SMA, Dea melanjutkan studinya ke Universitas Pelita Harapan, Jurusan Musik dan di akhir kelulusannya, Dea mendapat penghargaan High Distinction. Setahun kemudian Dea mengambil short course di Berklee College of Music, Amerika Serikat, Jurusan Pop/R&B, tahun 2009. Masih ingin memperdalam ilmunya, maka di tahun 2014, Dea kembali menimba ilmu ke Amerika di New York Film Academy dan disana Dea belajar dari pemain berkelas dunia yang berkecimpung di Broadway yang terlibat dalam The Lion King, A Chorus Line, The Phantom of the Opera dan Wicked.

Mungkin dengan pertimbangan bekal yang sudah sangat mumpuni diatas itulah Dea mulai dikenalkan oleh ayahnya, Purwa Tjaraka. ” Saya sih merasa kehadirannya terlepas dia anak saya, Dea saya anggap terdidik dalam musik. Maka dari itulah, dia harus berkontribusi dalam musik. Saya kok merasa warna dia ini ingin saya kenalkan, dan menjadi aset untuk musik Indonesia.” tuturnya.

Saat salah satu rekan media lainnya menanyakan mengapa Dea lebih memilih single “Aku Cinta Padamu” sebagai single pertama. Wanita berparas manis ini menjelaskan, “Menurutku di lagu itulah semua aspek ada, teknik klasikalku keluar di lagu tersebut. Selain itu, lagu tersebut juga mempresentasikan genre operatic pop, maksudnya tidak dibawakan dengan pop pada umumnya, namun ada unsur klasikal dan lainnya.” pungkasnya.

Sebelum mengakhiri sesi media gathering, Andrea Miranda menyanyikan dua buah lagu, salah satunya “Aku Cinta Padamu”, dan bagaimana hasilnya?? Tak bisa dipungkiri memang, Dea mempunyai kualitas suara dan teknik kemampuan bernyanyi yang luar biasa. Timbre yang berkarakter dan suara yang empuk, tentu kehadirannya dalam meramaikan peta musik tanah air sah-sah saja jika Dea dianggap sebagai warna baru dalam khasanah musik negeri ini. (ery/c1/sip).


Info Terkait

Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |