Apa Yang Harus Diketahui Dalam Memilih Tabung Untuk Ampli Gitar??


Ampli gitar tabung

Tabung dalam ampli gitar (foto; musicwrench)

Portalmusikmalang.com – Bagi gitaris yang menggemari ampli tabung rasanya sudah memahami hal ini. Tabung dalam suatu ampli memiliki fungsi yang berbeda tergantung dari desain dan kebutuhan tone ampli itu sendiri. Contoh, Ada yang berfungsi sebagai input preamp, gain, drive, phase inverter, reverb, dll. Tabung posisi V1 merupakan input preamp, ada juga ampli yang menggunakan 2 input preamp (V1 dan V2). Posisi V1 itu adalah tabung yang letaknya paling dekat dengan input trafo. Semakin jauh dengan input trafo (artinya semakin dekat ke output trafo) maka nomornya semakin besar (V2, V3, V4, dst).

Input pre-amp merupakan area yang sangat sensitif, sehingga bila anda menyentuh tabung dengan pensil saat volume ampli diset kencang, maka akan terjadi noise (tidak disarankan utk dicoba karena bisa merusak tabung dan mengakibatkan microphonic).

Walau begitu, belum tentu noise selalu dihasilkan oleh tabung yang jelek. Bisa jadi ada komponen lain yang rusak. Plate resistor adalah salah satu komponen yang sangat rentan menghasilkan hiss dan crakcling bila sudah mulai berumur. Bila terjadi noise coba periksa lebih detail. Ganti dengan tabung yang baru dan bila masih noise bisa jadi ada komponen lain yang rusak.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar pemilihan tabung bagus atau tidaknya, yaitu;

Musical Detail
Yang dimaksud dengan Musical Detail adalah kemampuan suatu tabung saat mereproduksi suara instrument menjadi faktor utama dalam hal menilai suatu tabung pada ampli gitar. Sebagaimana diketahui, tabung memiliki karakter yang berbeda-beda, tidak ada definisi khusus sebuah tabung yang sempurna. Dikutip dari situs thetubestore, Setiap tabung memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing serta faktor lain yang mempengaruhi kinerja tabung secara keseluruhannya.

Noise
Sudah hal umum, ampli tabung memiliki noise yang “lebih” daripada ampli solid state. Tabung yang noisy akan menghasilkan popping noise secara acak, kadang-kadang crack atau bisa juga hum. Tidak ada tabung yang terbebas sama sekali dari noise. Setiap tabung memiliki noise floor (tingkatan noise) tertentu saat bekerja. Bila noise floor-nya bagus maka noise-nya tidak mengganggu dan “masih bisa diterima”. Ini yang biasa disebut sebagai soft hiss atau “white noise”.

Microphonic
Semua jenis tabung apapun memiliki kerentanan terhadap microphonic dalam derajat atau suhu tertentu. Suatu tabung yang microphonic akan menghasilkan ring, howl atau feedback pada saat volume ampli dikeraskan. Apalagi jika tabung letaknya terlau dekat dengan speaker sehingga terpengaruh getarannya (umumnya terjadi pada ampli combo).

Kasus seperti diatas bukan berarti bahwa tabung tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi. Selama masih masih mampu memproduksi tone ketika volume ampli di putar dalam level terkecilpun, artinya tabung tersebut masih bisa anda gunakan. Namun, cerita bisa berubah saat anda aplikasikan ke input-preamp yang merupakan area sensitif. Dijelaskan, hal itu tidak akan bisa berfungsi saat di aplikasikan. (ery/c1/sip).

Sumber berita; thetubestore & bengkelmusik.


Bagaimana Menurutmu?

comments

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |