The Bankers PECAH REKOR..! 8 Konser Rock A Tribute Dalam Satu Panggung


duel gitar tribute to g3 nashville malang

Battle Guitar “A Tribute to G3″ malang (Foto: portalmusikmalang.com)

Portalmusikmalang.com – Belakangan ini panggung pertunjukan musik rock kota Malang begitu ramai dengan embel-embel Tribute, mulai dari A Tribute to Led Zeppelin, Muse, Bon Jovi, dan lainnya begitu menggeliat di berbagai titik gigs yang tersebar di berbagai tempat. Fenomena tribute dipandang sebagai hal yang wajar, disaat penikmat musik mulai timbul kerinduan dengan musik/lagu era dulu, berbagai komunitas musik yang ada mencoba untuk menghidupkan kembali kenangan dan kerinduan itu.

Yang terbaru, Jum’at malam lalu 5/2/2016 Nashville Club, Malang menjadi salah satu venue dengan torehan sejarah, bagaimana tidak, 8 konser Rock A Tribute terjadi dalam satu panggung pertunjukan. Bisa anda bayangkan, para pecinta musik rock dan band Tribute yang di idolakan berkumpul menjadi satu. Berbagai jenis lagu hits, top, populer, jooosss, tumpleg bleg di event tersebut.

Baca juga : Positioning The Bankers Comm Ditengah Derasnya Dominasi Panggung Musik Modern

Mengusung titel “Classic Rock A Tribute 2016″, The Bankers Community tak main-main dengan planning & statemen yang sempat mereka lontarkan beberapa bulan lalu saat berkunjung ke redaksi portalmusikmalang.com, bahwa dalam waktu dekat akan dibuat konser special tribute yang melibatkan banyak performer. Kali ini mereka tak kerja sendirian dalam mewujudkan impian tersebut, dengan menggandeng komunitas musik “Malang Rock Legends”, akhirnya event tersebut terlaksana dengan sukses.

Dibuka apik oleh penampilan Proses band yang memainkan A Tribute to Queen, tembang legendaris macam Mustofa, Bohemian rhapsody, dan lainnya mulai menyeruak untuk mengenang era kebesaran band yang di motori oleh sosok Freddie Mercury itu. Selanjutnya, Panama Project dengan A Tribute to Van Halen, mengusung Human beings & Judgement day, membawa ingatan kita pada sosok pria bersuara serak sebagai vokalis band legendaris Van Halen, Sammy Hagar.

Hegemoni Rock A Tribute tak berhenti hingga disitu saja. Kali ini, MekRock menyuarakan A Tribute to Led Zeppelin, band yang digawangi oleh empat pria ini meneriakan portofolio dari Led Zeppelin berjudul Black dog dan Since I’ve been loving you. Penontonpun makin larut dalam kehingar bingaran tembang-tembang classic rock yang sedari tadi tak bosan-bosan mereka dengarkan. Dilanjut kemudian, penggemar Phill Collin & Genesis yang sejak dari tadi menunggu, (bak seperti ngantri nonton bioskop saja), dituntaskan gairahnya oleh para pria dengan sebutan Men in Band dengan tembang-tembang favoritnya.

Baca Juga: A Tribute to G3 Malang, Menggugah Selera dan Menciptakan Rasa, Sebagai Pertunjukan Master Class

panama band feat poleng

Panama “A Tribute to Van Halen” (Foto: portalmusikmalang.com)

Seolah tak mau kalah dengan lainnya, membuat Jimi Hendrix ‘bangkit dari kubur’, kali ini tembang legendaris macam Voodoo child dan Purple haze dibawakan oleh mereka yang menamakan dirinya 1/2 (baca: setengah) Abad band. Lengkingan ala Hendrix tentu saja makin membuat penonton makin tak karuan untuk menahan ‘emosinya’.

Setelah kelima band tribute dengan segala perfoma dan aksi panggungnya, kali ini rasanya sangat special menurut saya sebagai penulis. Sebuah Tribute yang jarang-jarang ada di Indonesia. Yakni A Tribute to G3. Yahhh….kali ini setelah penonton sempat ‘hilang ingatan’ akibat benyanyi tiada henti sejak tadi, kali ini mereka akan mendapat suguhan yang berbeda, lagu yang dinyanyikan lewat gitar.

Norman Duarte Tolle, gitaris dari band C-4 memberikan persembahan pertamanya sebagai sosok Steve Vai. Meskipun penampilanya tak langsing dan gondrong ala Steve, Norman bermain dengan apik tembang instrumental yang sangat kesohor dikalangan para gitaris berjudul Crying machine dan For the love of god.

Usai Norman, Bayu Priaganda dan Yovann Unyep berurutan membawakan tembang instrumental dari gitaris virtuoso lainnya yang tergabung dalam G3, Joe Satriani dan Yngwie Malmsteen. Suguhan essential dari Mr. Satch dan Mr. Shred “Neo Classical” menjadi rangkaian penutup malam itu. Setelah itu kemudian, sang lady rocker kebanggaan kota Malang dan Indonesia, Sylvia Saartje sebagai bintang pamungkas yang ditunggu-tungu oleh para pembeli tiket untuk meyapa mereka. (er/y).

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |