Barong rilis 2 single, Cerita Kejayaan Maritim dan Pesan Damai Seorang Ayah


barong band rilis mei 2017 by portamusikmalang

Barong (dimi)

Portamusikmalang.com – Barong membuka lagu baru yang bertajuk Layar ini dengan memilih kalimat, “Layar terkembang, dayungnya di kayuh.” Selain sebagai pembuka lagu, kalimat ini sekaligus menegaskan bahwa Barong kini memiliki kesadaran baru dalam bermusik. Bagi Barong, Layar seakan menjadi kabar, bahwa bermusik adalah ruang terbuka dan merdeka dalam menapaki kehidupan ini dengan sikap belajar.

Barong merasa tak cukup hanya dengan bermusik. Karena ternyata dalam kehidupan ada tanggung jawab yang lebih utama dan mendasar selain bermain musik, yakni menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh anak manusia dalam mencari makna kehidupan. Dari semangat itu kemudian Barong melihat cakrawala lebih spesifik lagi, yakni menyadari dirinya sebagai bagian tak terpisahkan dari anak bangsa dinegeri ini.

Disini Barong menyadari Kemaritiman. Barong menyadari Negeri kita sebagai Negeri Bahari, dimana peradaban maritim pernah jaya dalam sejarah. Maka, Layar membuka tajuknya dengan membabar dan membakar para pendengarnya untuk menyadari diri sebagai anak maritim.

Sebagaimana siaran pers yang diterima portalmusikmalang.com, dalam single Layar, sesungguhnya juga sedang menegaskan bahwa kita mesti datang untuk belajar ke Laut. Melihat horison yang lurus tanpa sekat tanpa penghalang. Melihat kemerdekaan dan kebebasan ombak yang bergulung menembus keheningan. Melihat dan menyadari betapa kita begitu kaya sekaya keragaman apa yang ada di dalam lautan. Untuk itu, Barong pun menyapa laut, “Hey Laut, kami datang.”

Ketika kita menikmati dan merenungkan kandungan Layar, satu hal yang tak bisa kita pungkiri adalah bahwa kitalah ternyata lautan itu. Kitalah yang mesti diarung selami. Ketika ingar bingar dan kekacauan terjadi di penjuru negeri, ada satu cakrawala yang tidak pernah kita singgahi, yakni lautan diri kita. Karena diri yang larut dalam kemarahan hanya akan menambah kemarahan. Kita mesti kembali dalam keheningan kita. Karena bagi Barong, “Bising amarah, tak akan jadikan kamu pahlawan.”

Dalam kesempatan ini pula Barong menyadari bahwa Layar hanya bagian kecil dari sebuah persembahan. Persembahan kepada anak bangsa yang senantiasa menjaga cintanya. Persembahan kepada pertiwi yang senantiasa menggelar kerinduan dan cinta kasih. Dan persembahan sejati yang ditujukan kepada Tuhan Pemilik Semesta.

TEMUKAN DAMAIMU

Seorang pecinta, ketika menerima sesuatu akan menerima dengan tulus sebagai anugrah. Seorang pecinta, ketika memberikan sesuatu, secara tulus akan diyakini sebagai persembahan. Maka memberi atau menerima hanya akan bermakna ketika ada ketulusan didalamnya. Seakan, ketulusan adalah lentera bagi gelapnya gerak dan gerik kita dalam kehidupan. Ketika ketulusan bersemayam dalam laku kehidupan, maka damai yang akan ditemukan.

Lagu Temukan Damaimu adalah upaya sederhana dalam belajar menemukan ketulusan. Sebuah ketulusan yang dipersembahkan kepada para pecinta musik Nusantara.

Lewat lagu ini, Barong berkisah tentang seorang ayah yang mengajak buah hatinya temukan damai. Lagu ini seperti nina bobo untuk seorang bocah yang dipercaya begitu istimewa. Bahkan si anak dibuai dan dibesarkan sebagai bagian penting dari seluruh alam semesta.

Di lagu ini, Barong menjadi ayah yang sedang menimang bayi dengan mendendangkan kidung-kidung cinta dan kedamaian. Bahkan Barong menimang seraya meyakinkan kepada si bayi bahwa Damai itu dapat ditemukan dalam dirinya. Karena kebisingan demi kebisingan hanya akan menyisakan kegundahan belaka.

Kiranya kita dapat lebih dalam menyusuri lagu ini, maka kita akan menyadari bahwa anak yang sedang tertidur lelap itu adalah anak-anak bangsa. Anak-anak bangsa yang selama ini riuh, gundah, gelisah bahkan penuh amarah. Anak-anak bangsa yang belakangan ini saling tidak percaya, saling menebarkan kebencian, seakan sedang disentuh oleh Barong bahwa semua itu tak akan mengubah apapun. “Di dalam riuh dunia, dan kacau disana, temukan damaimu.

Lebih jauh lagi, ketika anak yang ditimang itu adalah anak-anak bangsa, maka Barong seakan menjelma sebagai “Bapak” yang tulus menenangkan dan meneguhkan cinta kita. Kini bayangkan jika kita sendiri yang menyanyikan lagu itu dihadapan anak-anak kita di rumah. Kita menyanyi dengan cinta dan penuh percaya bahwa anak-anak kita begitu istimewa. Ketika itu berlangsung, maka kita telah menjadi bagian dari Suluh yang mengajak anak-anak bangsa untuk menyadari cinta dan menyadari dirinya istimewa.

Dalam single Temukan Damaimu ini, Barong menggandeng seorang Novelis, Penyair & dramawan kharismatik Abdullah Wong. Bersama Abdullah Wong inilah Barong berdiskusi dan melakukan renungan bersama hingga lahir lirik Temukan Damaimu. Melalui single ini pula, Barong mulai membuka diri dengan berbagai kemungkinan akan datangnya ide, gagasan, dan konsep. Bahwa alam yang begitu penuh misteri ini, senantiasa memberikan kesempatan yang sangat luas bagi kita dalam menemukan makna kehidupan. (pr).

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |