Bom Waktu! Kompilasi Gitaris Malang Vol.1 Menjadi Oase di Tengah Krisis Karya Instrumental


kompilasi gitaris malang vol 1 by mei 2017 by portalmusikmalang

Gitaris yang tergabung dalam Kompilasi Gitaris Malang (portalmusikmalang)

Portalmusikmalang.com – Bisa jadi kedatangan 5 gitaris virtuoso kelas kakap ke Indonesia beberapa waktu lalu memberi sinyal positif akan perkembangan musik tanah air, khususnya di kalangan para gitaris. Setidaknya menjadi trigger dan berdampak pada peningkatan mood booster bagi para gitaris yang ingin membuat karya instrumental baik sebagai solois maupun album kompilasi bersama habit komunitasnya. Dugaan dan asumsi yang tak berlebihan tentunya.

Sebuah projek boleh disebut “setelah lama menunggu” yang diinisiasi oleh beberapa gitaris Kota Malang akhirnya menjawab eksistensi dalam merakit karya instrumental bertajuk Kompilasi Gitaris Malang Vol.1 yang dipersembahkan oleh Guitarisick.

Ide ini berawal dari Nata Guitarisick bersama kedua rekannya yang merupakan gitaris band Savor, yaitu Bagus Gilang dan Ferry Kevin Marks. Saat berkumpul di rumah Nata, mereka bertiga menggagas ide untuk membuat karya instrumental gitar. Rencana awal hanya projek mereka bertiga saja. Hingga pada suatu hari, ketiganya bertemu dengan Norman Duarte Tolle (gitaris C-Four). Pembicaraan mereka berkembang makin luas, hingga pada akhirnya tercetuslah untuk membuat sebuah album kompilasi dengan melibatkan beberapa gitaris lainnya.

Nata Guitarisick Mei 2017 by portalmusikmalang

Nata Guitarisick (portalmusikmalang)

Krisis karya instrumental menjadi dasar mengapa muncul ide tersebut. “Malang saat ini minim kontribusi karya instrumental gitar, baik solo maupun dalam bentuk kompilasi. Saya berharap setelah dirilisnya album kompilasi ini akan menjadi pemicu”. terang Nata saat menjawab pertanyaan jurnalis portalmusikmalang.com

Menuju proses kreatif, sebuah lagu perjuangan karya C. Simanjuntak berjudul “Maju Tak Gentar” menjadi materi awal. Pembuatan mulai dari proses rekaman, mixing, hingga mastering dikerjakan di Rama Project Studio. Untuk konsep musik, dipercayakan kepada Norman Duarte Tolle berikut sebagai music director. Norman menawarkan konsep tematik, yakni mengangkat lagu-lagu wajib nasional / perjuangan dengan harapan memperkuat rasa nasionalis dan patriotisme.

Ada alasan khusus tentang hal ini. “Kalau boleh saya bilang, anak muda jaman sekarang banyak melupakan lagu perjuangan. Maka dari itu saya bersama rekan-rekan ingin menyegarkan kembali dengan sentuhan aransemen yang berbeda. Selain hal itu, kita juga nggak perlu susah-susah lagi bikin lagu baru.” terang Norman Duarte Tolle.

Andika Hellhound Mei 2017 by portalmusikmalang

Andika Hellhound (portalmusikmalang)

Menariknya, lagu tersebut diisi keroyokan. Dalam durasi tak lebih dari 10 menit melibatkan 12 gitaris dengan gaya permainan yang berbeda. Bila misal dihitung dalam hitungan detik, 1 gitaris bermain solo selama 30-35 detik. Keduabelas gitaris tersebut adalah Norman Duarte Tolle (C-Four), Ferry Kevin Marks (Savor), Nata Guitarisick, Ilham Nugi, Wahyu Hermawan (Melanin), Andika Tri Widagdo (Hellhound), Patrick, Bagas Ramadhan, Bayu Priaganda Astra, Bagus Gilang (Savor), Beny Sukoco, dan Robby (Glyph).

Saat dikonfirmasi kepada Norman mengenai pembuatan komposisi musik mengingat ke-12 gitaris tersebut mempunyai gaya permainan yang berbeda. Dia menerangkan demikian, “Jadi saya merangkum keinginan dari masing-masing personal sesuai style mereka. Lalu saya buatlah komposisi yang mewakili” ujarnya.

Rencana dalam waktu dekat, single instrumental “Maju Tak Gentar” segera dirilis sebelum menuju pembuatan album penuh Kompilasi Gitaris Malang Vol.1 (ery/1/sip).


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |