C-Four Merilis Mini Album Berisi Cover Songs


c-four-band-release-mini-album

C-Four (doc.portalmusikmalang)

Portalmusikmalang.comC-Four yang kini beranggotakan Meme Mariana dan Norman Duarte Tolle berencana merlis EP (mini album) yang berisikan lagu-lagu populer milik artis seperti Michael Jackson, Nicky Minaj, dll. Ini merupakan sebuah hal yang baru bagi band ini sendiri karena C-Four hampir tidak pernah membawakan lagu-lagu milik orang lain.

“Cuma iseng saja. Saya pikir supaya kami bisa selalu menemukan hal yang baru dalam berkarya” jawab Meme ketika ditanya mengapa membawakan lagu-lagu cover. EP yang diberi tajuk “Autumn” ini ternyata merupakan bagian dari rangkaian konsep 4 musim, yaitu: Autumn (musim gugur), Winter (musim dingin), Spring (musim semi), dan Summer (musim panas). Kesemua rangkaian EP ini akan berisikan lagu-lagu cover dengan konsep yang berbeda-beda.

“Untuk ‘Autumn’, rencananya berisi lagu-lagu pop yang diaransemen agak Metal. Sedangkan untuk ‘Winter’ kami berencana untuk mengaransemen lagu-lagu keras dengan nuansa orchestra dan ambience. Tentunya tetap dengan balutan distorsi,” tukas Norman.

Para personil band ini masih belum mau membocorkan lagu-lagu apa saja yang akan mereka cover, tetapi yang pasti mereka akan merilis single “Dancing Queen” milik ABBA, dalam waktu dekat. “Pokoknya aransemennya seru. Ada nuansa Djent, J-pop, dan sedikit 8-Bit,” kata Norman.

C-Four memang dikenal sebagai band yang tidak pernah ragu untuk melakukan eksplorasi cukup berani. Mereka baru saja merilis album ke-2 mereka yang berjudul “New World” pada bulan Mei lalu, kini sudah mempersiapkan album-album berikutnya dengan konsep aransemen yang menarik.

Meskipun kini tersisa 2 personil, band ini malah semakin terinspirasi untuk terus berkarya. Pada EP “Autumn” ini mereka mendapatkan bantuan dari Wahyu “Unyep” Melanin di bagian programming synthesizer serta Ryo Melanin dan Fajar di posisi bass. “Rencananya kami juga akan kolaborasi dengan vokalis keren dari sebuah band Post Hardcore dari Surabaya,” ungkap Norman.

Ketika ditanya apakah tidak khawatir kehilangan identitas karena musiknya yang bermacam-macam, Norman menjawab “Kami lebih khawatir jika terkungkung dalam genre dan tidak bisa berkarya dengan bebas.”

Okeee. Kita tunggu saja bakal seperti apa gebrakan band revolusioner ini di album mendatang mereka! (nr/pr).

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |