Classic Rock and Blues Reunion Selantang Pekik Sumpah Pemuda


blues-on-fire-dalam-penampilanya

Pipit bersama Blues On Fire (foto: portalmusikmalang.com/kipot)

Portalmusikmalang.com – Teriakan pekik Sumpah Pemuda sayup-sayup terdengar dari sebuah kafe yang terletak di jalan Borobudur Malang, Levels Brewhouse (28/10/2015) malam lalu. Saat kami menaiki tangga menuju kafe berlantai dua tersebut, pekik suara itu semakin jelas terdengar.

Ya, hari itu memang bertepatan dengan hari perayaan Sumpah Pemuda yang tentunya disuarakan diseluruh Indonesia. Nampaknya Levels Brewhouse Kafe memanfaatkan momentum bersejarah itu dengan menggelar ‘Classic Rock And Blues Reunion’ bersama The Banker’s Community. Tentunya dengan semangat rock yang membakar, para musisi dan penikmat musik yang hadir mengunjungi kafe tersebut menjadi suguhan menarik dan jauh dari ungkapan ‘sekedar pelepas penat semata’.

Malam itu, nampak di jejali mereka yang ngakunya penggemar musik rock dan blues yang didominasi pengunjung kaum pria. Alunan musik rock mulai terdengar menyalak dari band yang didaulat sebagai guest star special event itu.

blues-on-fire

Blues On Fire tampil menghibur @Levels Brewhouse (foto: dok portalmusikmalang.com)

BOF, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Blues On Fire tampil meyakinkan dengan tembang-tembang legendaris dari Deep Purple dan lain sebagainya. Pipit yang notabene sebagai salah satu petinggi Bank swasta di Malag, mencoba menyumbangkan suaranya yang konon dikenal Deep Purple maniak.

Pria berusia 42 tahun tersebut bersama band Blues On Fire begitu aktraktif dalam penampilanya, seakan ‘merasa’ seperti rock star yang di elu-elukan penggemarnya. Tembang populer dari band favoritnya Deep Purple, ‘Child In Time’ mampu ia bawakan dengan cukup apik. ‘Roh’ Deep Purple tak berhenti sampai disitu. Nampak satu penjung kafe yang ikut meyumbangkan suaranya, satu tembang legendaris siapa yang tak pernah mendengarnya,? “Soldier Of Fortune’. Mantaaabb…, slow in the darkness..sangat begitu menjerat.

Malam tidak sekedar milik Deep Purple saja, namun ada juga band lain yang turut menyumbangkan keahlianya. Salah satunya The Queen, band ini dikenal sebagai band specialis lagu-lagu Queen. Wajar jika malam itu semakin ‘rise’ saja saat suara ‘Freddie Mercury’ versi Malang melantunkan Love Of My Life.

oyek-eks-ogle-eyes

Reuni band lawas pun tak mau kalah dalam penampilanya (foto: dok portalmusikmalang.com)

Nah ini lho updaters…, salah satu yang terasa special banget malam itu. Yakni dengan hadirnya Oyek eks gitaris Ogle Eyes, band asal Malang yang cukup populer di era 70an. Oyek mencoba bereuni dengan beberapa teman seangkatanya. Meskipun tak bisa dipungkiri penampilanya semaksimal kala masih muda, namun apa yang mereka pamerkan cukup menghibur dan mengundang applause para pengunjung yang memenuhi kafe tersebut.

Satu dari sekian banyak suguhan acara yang ditawarkan malam itu yang membuat kami terkesan, yakni saat pemutaran salah satu video klip band asal Malang yang cukup populer di era 2000an, 1/2 Abad (baca: setengah abad). Video klip berjudul ‘Beradab Tapi Biadab’ diputar untuk mengenang sang gitaris yang kini telah almarhum, Bang Siput.

Sekedar mengenang saja, Bang Siput dikenal sebagai gitaris seangkatan Ian Antono yang cukup piawai memainkan lick-lick Blues Rock. Beliau juga pernah terlibat dalam album penyanyi kondang nan nyentrik, (Alm) Farid Harja. <er/y>.

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |