Dead Squad Sukses Tutup Indie Clothing Carnival 2016


dead squad indie clothing carnival malang

Dead Squad (Foto: zilka/portalmusikmalang)

Portalmusikmalang.com – Perhelatan indpendent clothing yang diikuti kurang lebih 100 brand dari berbagai kota turut memeriahkan ajang Indie Clothing Cranival 2016 yang digelar selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 13 Mei hingga 15 Mei 2016 di Lapangan Rampal, Malang. Sebagaimana layaknya strategi dalam transaksi penjualan, diskon hingga 70% pun menjadi salah satu senjata ampuh untuk menarik minat pengunjung agar datang ke venue yang sudah disulap menjadi ratusan booth dari berbagai brand yang sudah siap menawarkan berbagai macam bentuk produknya.

Seperti yang sudah diduga, pengunjung pun tak berhenti berdatangan setiap harinya. Tak hanya dari kota Malang saja, namun banyak juga yang menyempatkan datang dari beberapa kota di Jawa Timur. Kontan saja, Lapangan Rampal menjadi penuh sesak dipadati oleh ribuan orang. Menunjukkan Indie Clothing Carnival 2016 masih mempunyai pesona tersendiri di mata pengunjung, meskipun pada hari yang bersamaan kota Malang digeber berbagai macam event menarik lainnya.

Salah satu magnet kuat yang mejadi daya tarik pagelaran tersebut adalah tampilnya band-band berkualitas sebagai performer dalam acara itu. Seperti di hari pertama pada tanggal 13 Mei 2016, diramaikan oleh God Father, Kilometer, Jupitershop, GMAC, Knockdown, Rottenomicon, Extreme decay, dan Seringai. Kedelapan band berbahaya tersebut tampil memukau dan menciptakan atmosfir panas dalam Lapangan Rampal Malang itu.

Menginjak hari kedua, tak kalah dahsyatnya dengan penampil di hari pertama, line up cadas macam Bully Bratz, Anniverscary, C-four, Anthyphaty, Samlion Down For Life asal solo ikut ambil bagian di acara ini, dan dilanjut dengan penampilan unit Emo/rock Alone at Last. Usai penampilan mereka, tak kalah garangnya, dua nama terakhir di hari kedua yakni Begundal Lowokwaru dan di akhiri oleh Killing Me Inside mampu menciptakan situasi makin crowded pada malam yang penuh transfer energi itu.

Jelas terlihat! Keringat pun membanjiri wajah-wajah yang nampak letih setelah terkurasnya energi mereka akibat terbakarnya adrenalin di pestanya para pecinta musik dan penggemar clothing ini. Didalam benak mereka mungkin terbersit seperti ini “masih ada hari esok untuk bertempur kembali.” Ya, dapat dipastikan banyak diantara para pengunjung yang datang sejak hari pertama, kemudian berlanjut pada hari kedua dan ikut menutup pesta eforia pada hari terakhir.

Tanggal 15/5/2016 adalah hari ketiga, dan sekaligus menjadi hari terakhir pagelaran Indie Clothing Carnival 2016. Seperti umumnya dalam setiap penjualan produk apapun dalam sebuah ajang pameran bersama bila menginjak di hari terakhir, dipastikan bakal tersaji diskon besar-besaran, atau setidaknya lebih dari hari-hari sebelumnya. Hari itu menjadi salah satu bukti, diskon hingga 70% ditawarkan oleh berbagai pemilik brand di hari terakhir.

indie clothing carnival 2016 panggung  musik

Indie Clothing Carnival 2016

Cuaca sedikit mendung disertai hujan rintik-rintik yang membasahi bumi kota Malang tak menyurutkan animo pengunjung untuk menjubeli venue yang mampu menampung hingga puluhan ribu orang tersebut. Banyak diantara mereka berbondong-bondong mendatangi area yang sudah disulap menjadi booth dadakan tersebut untuk membelanjakan isi dompetnya demi membeli produk yang sudah diincarnya.

Disudut lain dalam area yang sama, dentuman sound system mulai menyalak! deru distorsi mulai menciptakan kebisingan. Sore hingga menuju sang surya mulai tenggelam, stage diguncang oleh penampilan Nosegrind, Glyph, Us Dollar dan White Rose yang merupakan unit pop punk berisikan empat pria asal pulau dewata.

Turut ambil posisi usai kehebohan empat band sebelumnya, penampilan dari Hand Of Hope menyalak keras. Disusul kemudian oleh penampilan band pendatang baru asal Kota Malang, Karat, yang beranggotakan muka-muka lama dalam dunia musik Kota Malang ini mampu menciptakan atmosfir “liar” seliar penampilan sang vokalis Karat, Ferry Murrieta.

Dan akhirnya, salah satu band kebanggaan kota Malang lainnya, Neurosesick, tampil memukau dengan lagu-lagu cadasnya. Berlanjut kemudian,  Pee We Gaskins dan Dead Squad ambil bagian untuk memanaskan stage berukuran kurang lebih 8m x 6m yang ditopang dengan sound system berkapasitas 30.000watt.

Penampilan Dead Squad mampu membuat para Pasukan Mati (sebutan fans Dead Squad) menjadi liar serta membuat wall of death untuk membakar semangat para penonton yang lain. Membawakan lagu andalan seperti Anatomidosa, Horror vision, Dominasi belati, serta single terbaru berjudul ‘Pragmantis sintetis’ yang akan mengisi track di album anyar Stevi Item dkk. Penampilan Dead Squad sebagai band penutup pagelaran Indie Clothing Carnival 2016 mampu memuaskan para headbanger yang tumpah di ajang tersebut. Sampai jumpa di ajang serupa selanjutnya. (zilka/c3/sip).

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

comments

Komentari Artikel Ini

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |