Hellhound Merilis Track Visual “Cosmic Tragedy”


Hellhound Mei 2017 portalmusikmalang

Hellhound ‘Cosmic Tragedy’ (source; youtube)

Portalmusikmalang.comHellhound terbentuk pertama kali pada tahun 2012, dengan personnel awal: Andika, Budi dan Nofa. Karya pertama Hellhound adalah EP self-titled yang berisi 5 track: Fatamorgana Agama, Liturgi Hitam, Kehancuran, Selamat Datang Jiwa Tersesat, dan metallica cover song (For Whom the Bell Tolls & Nothing else Matters).

EP itu berhasil menarik perhatian label Brutal Infection, dan kerja sama pun terjalin sampai perilisan album For Whom You Pray (2014). Dalam rentang waktu produksi, rilis, hingga pengerjaan album ke dua saat ini, telah terjadi beberapa kali pergantian personnel. Septian (Drummer), Dedi (Bassist) dan Farizki (Bassist) adalah beberapa nama musisi yang pernah mendampingi Hellhound. Nofa (vokalis) pun akhirnya meninggalkan Hellhound di tahun 2015 an akhir. Kini Habib mengisi posisi tersebut, sebagai vokalis; Andika dan Budi sebagai gitaris; Elmipa sebagai bassist; dan Sahi sebagai drummer.

Di tahun 2016, Hellhound dan Brutal Infection berhasil merilis EP berjudul Entropic Genesis, berisikan dua lagu: Cosmic Tragedy dan Alpha Impulse. Melalui kedua lagu itu Hellhound mewujudkan pendekatan berbeda dalam penulisan lirik dan aransemen musik, yang nantinya juga menjadi metode berkarya pada album kedua. Kerjasama Hellhound dan Brutal Infection berakhir di bulan May 2017, namun kami tidak berhenti berkarya dan perilisan album kedua kami kerjakan secara mandiri sebagai pernyataan Hellhound melalui siaran pers yang diterima portalmusikmalang.com

Jika lirik-lirik lagu di album For Whom You Pray memiliki tema yang bervariasi, dari kritik kepercayaan (Fatamorgana Agama) hingga deskripsi fiktif penyaksian kekuatan tinggi (Bizarre Insight); lirik-lirik di album EP Entropic Genesis, berikut pada full-length albumnya, ditulis dalam bentuk mitologi alusi. Dari segi aransemen musik, For Whom You Pray mengedepankan aspek harmoni dan melodis yang diramu dengan distorsi khas death metal. Pada EP Entropic Genesis (2016) dan full-length album nanti, aransemen Hellhound lebih mengejar aspek raw, grooves, dan progresif.

Lirik Cosmic Tragedy menggambarkan keadaan persona kolektif yang tak sadar bahwa kehendak bebas mereka tak lebih dari sekedar sandiwara tragis. Dari segi aransemen musik, Cosmic Tragedy memiliki riffing-riffing thrash dan death metal yang cukup berbeda dari tracktrack lain Hellhound sebelumnya. Kedua aspek inilah yang ingin disampaikan secara visual melalui video musik. (pr).

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |