Menjadikan Musik Sebagai Motivasi Hidup


menjadikan-musik-sebagai-motivasi-hidup

Musik sebagai motivasi

Portalmusikmalang.com - Secara harfiah, musik itu disebut sebagai bentuk alunan nada yang terbingkai dalam sebuah komposisi yang diatur dengan birama dan dinamika yang sudah ditata sedemikian rupa oleh penciptanya/seorang arranger. Kita pasti tahu, banyak berbagai berbagai jenis alunan musik yang terbagi menurut genrenya masing-masing, tetapi secara umum, musik tetap terbagi dalam dua kategori, Musik jenis keras dan musik jenis lembut.

Banyak ungkapan-ungkapan yang mengatakan “Bahwa musik itu adalah bahasa universal”, bahasa yang mampu menjangkau ke berbagai segmen kehidupan manusia. Sebagai contoh, saya orang Indonesia yang lagi senang mendengarkan jenis musik Celtic/Irlandia, padahal secara kultur budaya dan bahasa tentunya sangat tidak berkaitan dengan kehidupan saya sehari hari sebagai orang asli Indonesia, tetapi pada faktanya saya mampu menikmati alunan musik tersebu, dan seakan akan mampu menterjemahkan apa yang ada didalam alunan musik tersebut, sangat luar bisa menurut saya.

Nah.., dengan mengutip judul di atas, apa kaitan musik dengan motivasi? tentunya ada sebuah kaitan yang secara tidak langsung manusia menyadarinya. Musik itu seperti ungkapan bahasa jiwa yang terikat dalam bentuk luapan emosional, yang terkadang mampu mempengaruhi siapapun yang menikmatinya. Entah perasaan sedih, marah, bahagia, dan lain sebagainya.

Tentunya penulis berharap, mengambil sisi positifnya saja, dalam arti kita mendengarkan musik sebagai rasa untuk pemicu motivasi, motivasi yang lebih baik tentunya. Saat anda bangun tidur dipagi hari, agar tidak bermalas-malasan, coba deh dengarin musik rock, pasti akan muncul spirit ‘lain’ yang anda rasakan.

Banyak fakta yang menunjukan, ketika seseorang dalam kondisi kejiwaan yang labil atau dalam kondisi yang menyiratkan suatu kemalasan, tetapi ketika mendengarkan alunan musik, tidak dinyana ternyata mampu membangkitkan gairah hidupnya kembali, menjadikanya sebuah motivasi yang ekstra. Seakan muncul kembali semangat baru, seperti sebuah terapi yang mampu men stimulasi otak manusia menjadi keadaan lebih baik.

Di awal abad ke-20 adalah Eva Vescelius yang mempublikasikan terapi musik lewat tulisan-tulisannya. Dia percaya bahwa objek dari terapi musik adalah melakukan penyelarasan atau harmonisasi terhadap seseorang melalui vibrasi.

Begitu pula dengan Margaret Anderton, seorang pengajar piano dari Inggris, yang menyampaikan tentang efek alat musik (khusus untuk pasien dengan kendala psikologis) karena hasil penelitiannya menunjukkan bahwa timbre (warna suara) musik dapat menimbulkan efek terapeutik. (er/y).


Info Terkait

Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: MALANG | Indonesia | Mancanegara | INFO GEAR | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | IKLAN | Sitemap | Kontak | REDAKSI | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |