Momen Kebangkitan Dye Marker, Segera Rilis Album Perdana Setelah Dua Dekade


dye marker akan rilis album

Dye Marker dan Wijaya (dua dari kanan)

Portalmusikmalang.com – Pernah mendengar nama band ini? Dye Marker. Era 80 hingga 90-an mereka dikenal sebagai band pengusung musik cadas. Malang melintang dari panggung ke panggung musik rock di Jawa Timur sudah menjadi langganan bagi mereka. Sebuah unit thrash metal asal Malang yang kini sedang bangkit kembali untuk menancapkan kukunya di peta musik rock kota Malang dan tanah air.

Perjalanan waktu yang cukup panjang tentunya, mereka muncul kembali ditengah derasnya iklim musik yang makin beragam, namun Dye Marker tetap solid sebagai unit thrash metal yang tak tergantikan hingga kini. Musik sudah menyatu dengan darah mereka dan sudah menjadi kultur, maka tak heran bila keinginan bangkit kembali sangat menggebu dalam jiwa mereka, meskipun kini sudah bisa dibilang tak muda lagi.

Sabtu (21/5/2016) mereka mengunjungi redaksi portalmusikmalang.com dengan formasi berbeda dibanding beberapa tahun silam, kini Dye Marker tetap dihuni oleh 3 personil lawas, Nanang (Vokal), Klewer (Bass), dan Yanuar (Drum) serta 2 personil baru, Mento (Gitar) dan Tomi (Gitar). Kebetulan hari itu Mento tidak bisa datang. Kedatangan mereka menyampaikan sebuah kabar menarik, bahwa Dye Marker akan merilis album untuk pertamakalinya setelah sekian lama tertunda sejak band ini terbentuk 1987 silam.

Hal ini ditegaskan oleh Nanang sebagai frontman dari Dye Marker, “Ini adalah album kami yang pertama, hingga saat ini sudah memasuki tahap mixing, setelah usai mastering album ini akan kami rilis dalam tahun ini juga.” pungkas pria berambut gondrong tersebut.

Ada cerita menarik saat pertemuan kami bersama rekan-rekan Dye Marker. Dikisahkan, mereka mulai bermusik sejak tahun 1985 dan merupakan teman satu permainan. Hingga berselang dua tahun kemudian, tepatnya 1987, terbentuk formasi awal Dye Marker yang berisikan Nanang (Vokal), Hariyanto (Gitar), Rouf (Gitar), Klewer (Bass), dan Yanuar (Drum). Mereka eksis hingga tahun 1995, dan sempat hiatus selama tiga tahun hingga 1998. Dalam perjalanannya, sempat terbersit untuk membuat album kala itu, sejumlah materi telah mereka siapkan hingga terkumpul puluhan lagu. Namun, Tuhan berkehendak lain. Hariyanto, yang merupakan gitaris awal Dye Marker meninggalkan mereka untuk selamanya, menghadap ke sang Khalik terlebih dahulu.

Pasca kepergian almarhum, seakan menjadi titik balik bagi Dye Marker. Personil Dye Marker yang tersisa sepakat untuk mengubur dalam-dalam sejumlah lagu yang sudah mereka siapkan sebelumnya, dan hanya menyisakan sebuah lagu berjudul “Asap Neraka”. Namun, tak sempat mereka buat dalam bentuk audio recording setelahnya.

Tahun 2002, mereka sempat bangkit kembali, meskipun ditengah kesibukkan masing-masing personilnya. Seperti Yanuar, pria yang rambutnya sudah beruban itu sempat menjadi kepala sekolah sebuah sekolah musik terkenal di Pekanbaru (Riau), kini sebagai konsultan perikanan dan kelautan Universitas Brawijaya, Malang. Begitu halnya dengan pria yang akrab dipanggil Klewer, ia disibukkan dengan aktivitasnya sebagai pegawai pada sebuah perusahaan listrik milik negara.

Cuti Demi Dye Marker! itulah yang dilakukan Klewer kini, demi rampungnya pembuatan album perdana, ia sampai harus rela meninggalkan pekerjaan sejenak. “Saya ambil cuti kerja tahun ini untuk merampungkan album perdana Dye Marker.” terang pria yang kini sudah menetap di Jakarta.

Proses pembuatan album Dye Marker sudah memasuki fase 80%, yang menurut Nanang dibuat secara spontanitas saat masuk studio recording. “Jadi tanpa melalui proses aransemen di studio latihan, semua kita garap langsung di studio rekaman.” pungkas pria yang kini lebih menikmati hidup menurutnya.

nanang dye marker

Nanang, Yanuar dan Tomi

Momen itu telah kembali! Ditengah persiapan merilis album, Dye Marker kini juga tengah mempersiapakan diri untuk tampil dalam sebuah pertunjukan musik cadas 27 Mei 2016 mendatang di Bebek Bali, Lippo Cikarang. Sebagai band pendamping dari band Jamrud dalam event yang bertajuk “Rock Friday Legend”. Seperti yang disampaikan oleh Nanang, “Ini bagus sekali, momen yang tepat untuk kebangkitan kembali Dye Marker setelah tertidur lama, meskipun tidak sepenuhnya hiatus, karena setiap tahun kita masih sering main.” ujar pria yang menurut rekan satu band terkenal unik ini.

Hal senada juga disampaikan Wijaya, selaku wakil penyelenggara, “Saya memang fans Dye Marker sejak dulu, jadi saat para jammers (sebutan fans Jamrud) ingin membuat acara dengan mendatangkan band idolanya, dari situ muncul ide, kalau Jamrud main band pendampingnya siapa?. Karena saya dari Malang, maka saya ajak Dye Marker untuk masuk sebagai band pendamping, mengingat momennya tepat sekali disaat tengah penggodokan album perdana mereka.” ujar pria murah senyum ini.

Dalam event tersebut, Dye Marker akan membawakan 9 hingga 10 lagu, beberapa adalah lagu cover, sedangkan sisanya diambil dari lagu mereka sendiri dan untuk pertamakalinya diperdengarkan kepada pecinta musik rock pada event tersebut. Beberapa judul lagu telah dibocorkan, diantaranya Binatang Jalang, Bidadari Keparat, Zionis dan lagu lama yang sudah di recylce ulang “Asap Neraka”.

Kabarnya, Dye Marker akan muncul lebih segar dalam warna musiknya, hal ini imbas setelah masuknya Tomi dan Mento sebagai pengisi gitar. “Jadi memang akan lebih modern terutama dalam hal sound maupun riff, namun tetap ada warna old school thrash metal didalamnya.” ujar Tomi, personil termuda dalam tubuh Dye Marker kini.

Nah, bakal seperti apa warna terbaru dari Dye Marker? tunggu saja, dua buah lagu sample telah mereka bocorkan kepada kami, dan memang terdengar lebih segar dan tetap berbahaya. Penasaran? tunggu saja artikel Dye Marker seri selanjutnya. (ery/c1/sip).

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |