Noerman Rizky: Masih Muda Penuh Talenta, Menjadikan Gamelan Sebagai Inspirasinya


noerman-rizky-masih-mudah-penuh-talenta-menjadikan-gamelan-sebagai-isnpirasinya

Noerman rizky saat bermain gamelan

Portalmusikmalang.com – Tidak di pungkiri jika kota malang banyak melahirkan seniman-seniman musik berkualitas penuh talenta, baik yang sudah sukses muncul ke permukaan seperti Ian antono, Totok tewel, Wukir Suryadi, maupun bakat-bakat hebat yang masih terpendam. Nah gaes..beberapa waktu lalu portalmusikmalang.com dapat kesempatan ngobrol dengan salah satu musisi malang, yang ternyata doi punya talenta besar lho, masih muda lagi. Uniknya gaes…, di saat banyak musisi sekarang berkiblat pada musik modern, sosok satu ini eksis banget di jalur mainstream, siapa dia ??

Noerman Rizky Alfarozi, pria muda berkacamata jebolan SMA 7 Malang ini lebih cenderung menyukai musik tradisional jawa, yakni Gamelan. Seni musik tradisional budaya jawa ini, lazimnya memang banyak di mainkan oleh kalangan berumur, tetapi tidak bagi noerman.

Sejak masih  duduk di bangku SMP sudah menyatakan ketertariknya dengan alat musik tradisional jawa tersebut, noerman merasa kagum banget dengan alat-alat tersebut.
” Healing banget bagi saya”, ujar noerman.

Awalnya begini, “Waktu itu guru pelajaran sejarah di sekolah [SMP4 Malang] Pak licin menawarkan kepada para murid, Siapa yang bisa memainkan gamelan ? , Seketika saya mengacungkan jari ke atas, saya nekad aja dan bilang kalau saya bisa memainkanya , padahal saat itu saya belum bisa apa-apa, hehehe”, ujar noerman penuh canda. So..gaes..,sebelum penasaran lebih lanjut.

Ngomong-ngomong, updaters so pasti udah tahu dong apa sih alat musik gamelan itu ? yaitu seperangkat alat musik tradisional yang masuk jenis seperti perkusi / di pukul,  tetapi bernada dan mempunyai frekuensi cukup lebar. Alat musik jenis ini memang unique banget, jika mendengarkanya, memoar kita seakan berasa hadir di masa lampau. Apa aja sih alat-alatnya ?

Berikut speknya : Bonang barung, Bonang penerus, Demung, Saron, Peking, Slenthem, Kenong, Kethuk, Kempul, Gambang, Sitar, Gender, Kendang, Rebab, Gong, dan Sinden “Gerongan” (pelantun nada / tembang).

Dari semua alat gamelan tadi, noerman mampu memainkanya dengan cukup fasih. Tetapi ada satu alat yang sangat menarik perhatinya, yakni Saron. Bagi norman, saron sangat special, cara memainkanya harus dengan cepat, kalau di kalangan gitaris ada istilah Gitaris Shredder, mungkin kalau di gamelan di anggap “Saron Shredder” hehehehe.

Tidak sekedar alat gamelan saja lho gaes..,noerman ternyata cukup fasih memainkan alat musik seperti Gitar, Bass, Keyboard, Drum, dan bahkan Saxophones. Widiiiiihhhh gaes…cakep banget nih, masih muda talentanya edan banget.

Di dalam musik modern, noerman sangat menyukai musik jazz classical / mainstream, dan dia cukup mampu memainkan dengan baik untuk genre musik yang banyak di anggap syuseh banget. Bagaimana awalnya ?

Arif iskandar, salah satu sosok yang noerman anggap sebagai gurunya menyampaikan, “Musik Jazz itu dekat banget dengan Gamelan”,  Jadi kamu musti mencoba mengulik musik tersebut”, ujar beliau saat itu.  Dari situlah, sejak tahun 2012 Noerman mulai mempelajari musik jazz secara serius, tentunya dengan harapan keinginanya untuk memadukan musik gamelan dengan musik jazz. Seperti idolanya, Dwiki Darmawan dan Jaduk Ferianto.

Pada akhirnya, dia membentuk sebuah band Jazz “Red carry and the hot chocolate” bersama teman-temanya. Kemudian berlanjut dengan membentuk band “Psycoetnyc”, dengan band ini noerman seakan menemukan keinginanya yang belum terwujud, yakni memadukan unsur musik tradisional gamelan dengan musik jazz. Dengan band Psycoetnyc, mulailah noerman memadu kisah…cieeee……!!!

Menurut pria kelahiran 29 agustus 1992, ternyata saat memadukan ke dua unsur musik tadi tidak semudah seperti yang di bayangkan, Kendalanya adalah : Perbedaan frekuensi yang di hasilkan dari instrument ke dua unsur musik tadi menjadi penyebabnya, Noerman dengan bandnya merasa kesulitan untuk memadukanya, gamelan mempunyai Sustain Not  yang tidak stabil, ketika nada pertama di bunyikanya, selanjutnya nada tersebut akan berubah dengan sendirinya seiring penurunan sustainya. Beda dengan alat musik modern, seperti gitar atau keyboard yang selalu stabil.

Tak pantang menyerah, dengan bandnya noerman terus mempelajarinmya, hasilnya ? Rasanya tidak sia-sia, mereka akhirnya menemukan solusinya. Dan akhirnya, mampu memadukanya dengan cukup baik.

Bagi pria yang masih kuliah di Universitas Brawijaya Malang, jurusan psikologi FISIP ini, Musik gamelan pada tiap alatnya berdiri sendiri dan mempunyai fungsi terpisah, tetapi selaras antara satu dengan yang lainya. Secara notasi, Gamelan terdiri dari 2 Tuning, yakni Pelok dan Slendro, keduanya di bedakan oleah interval nada dan beda cara pemakaianya.

Jika dalam sebuah band di atas stage, yang menonjol atau sering menjadi pusat perhatian pada umumnya adalah Vokalis, Gitaris dan Drummer. Sama juga seperti di Gamelan, yakni sosok pemain Rebab , Kendang dan Gender. Terutama gender, untuk alat musik ini mempunyai tingkat kesulitan tertinggi di antara sekian alat gamelan, karena mempunyai range notasi yang lebih luas, secara tehnikal sulit banget, di butuhkan  feel yang tinggi. Di ibaratkan seperti player piano dalam musik Jazz, outside gitu deh.

Saat ini, Noerman bersama bandnya “Psycoetnyc” sedang menggodok cikal bakal album pertamanya, semua pure compose, “Saya dan teman-teman mengeksplorasi gamelan lebih dalam, di kombinasi dengan nafas modern. Ada salah satu momen instrumental yang dibuat dengan tempo yang berbeda dan mengaplikasikanya kedalam beat-beat modern yang dipadukan dengan alat musik gamelan. Mungkin ini yang disebut  sebagai musik Kontemporer Modern.

Secara jam terbang, “Psycoetnyc” ternyata juga sering pentas di luar kota malang, seperti saat terpilih sebagai band list yang unjuk gigi dalam Pekan Produk Kreatif Indonesia di jakarta, Festival Musik Tradisi Baru di Yogyakarta yang di ikutin oleh kampus-kampus kenamaan di jurusan seni, seperti ISI.

Siapa sih “Psycoetnyc” itu ?? Norman di  Synthetiser dan Gamelan (Bonang), Hafidh (Recorder Flute dan bonang) , Bambang (Bass elekrik), Yuwono (Saron1 dan Rebana / perkusi), Willy (Saron 2 dan Kendang), Satria (Saron3 dan Keyboard), Nisfulail (Vokal) dan di bantu oleh  Septian (Gitar) dan Christian dian (Drum).

Nah updaters…,keren bukan…masih muda tetapi kreatif dan tak lupa oleh salah satu alat musik khas budaya jawa di negeri ini. Tentu sepatunya kita dukung langkah Noerman bersama teman-temanya, agar terus eksis dan  ikut meramaikan scane musik malang yang ternyata kaya dengan berbagai genre musiknya. Yukkk…Bravo musisi malang. <Er/y>.


Info Terkait

Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: MALANG | Indonesia | Mancanegara | INFO GEAR | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | IKLAN | Sitemap | Kontak | REDAKSI | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |