Noldy Benyamin Pamungkas, Dari Erwin Gutawa Hingga Rosa Pernah Merasakan Biusan Gitarnya


noldy

Sejak masih SD Noldy sudah bermain gitar (facebook.com)

Portalmusikmalang.com – Bagi kalangan gitaris, nama Ian Antono dan Totok Tewel adalah dua figur gitaris asal malang yang namanya cukup kesohor di ranah musik rock indonesia dengan mengusung nama bandnya yang legendaris God Bless dan Elpamas. Malang tidak beliau saja dalam menyumbangkan musisinya bagi negeri ini, masih banyak sederetan nama-nama beken lainya. Noldy Benyamin Pamungkas yang akrab dipanggil dengan sapaan Noldy adalah salah satunya.

Baca juga: Setup Gear Favorit Noldy Benyamin Pamungkas

Namanya mulai dikenal saat ia mengisi salah satu program acara televisi nasional yang cukup terkenal ‘Warna-Warni’ di RCTI tahun 1998-2000.

Baru-baru ini (23/8/2015), portalmusikmalang.com mengorek banyak perihal gitaris asal malang kelahiran 23 Mei tersebut. Noldy Benyamin Pamungkas, lahir dari keluarga pecinta musik/musisi dan tak heran jika Noldy mengenal musik sejak usia dini. Orang tuanya dikenal sebagai pengajar di Bina Musika, Malang. Sejak masih anak-anak, tepatnya saat mengenyam dibangku Sekolah Dasar/SD, Noldy mulai mengenal dengan alat musik yang bernama gitar. Ketertarikanya akan instrument petik makin menguat, apalagi sang kakak juga jago bermain gitar dan notabene juga sebagai pengajar di Yamaha Musik Malang. Sejak saat itulah Noldy mulai menekuni belajar gitar klasik.

Tak puas dengan itu saja, rupanya Noldy tipikal pemuda yang ‘Nggetu’ (meminjam istilah bahasa jawa-Tekun). Dia mulai belajar sendiri dengan mengembangkan ilmu yang diperoleh dari kakak dan orang tuanya. Penasaran dan selalu gemes, itulah Noldy. Setiap dia menemui orang bermain gitar, rasa penasaran untuk mendekat selalu muncul, entah itu sekedar melihat atau bertanya-tanya.

Hal lain yang mendukung, “Saya sering nonton video band, juga dengarin lagu-lagu bagus lewat kaset, saya pelajari gitarnya kemudian dimainkan di event-event di malang saat masih SMA”, ujar pengagum Erwin Gutawa tersebut.

Nama Noldy mulai dikenal dipercaturan gitaris malang saat itu, hingga pada akhirnya, hal yang paling berkesan bagi Noldy saat ia ditawari sebagai gitaris band kebanggan malang saat itu Gang Voice saat Noldy masih duduk di bangku SMA kelas 2. Dari band tersebut ia mulai belajar sebagai musisi band Rock. Tampil dari berbagai pangung ke panggung dengan Gang Voice tak pelak makin meningkat jam terbangnya.

Seiring dengan berjalanya waktu, Noldy ingin mencoba lebih banyak tantangan lainya demi tekad bulatnya menjadikan musik sebagai profesinya. Rasanya nggak afdol kalau tidak merantau. Awal tahun 90’an, tepatnya pada tahun 1992 Noldy memutuskan untuk pergi Jakarta, dan hingga akhirnya ia memilih menetap di kota tersebut.

noldy-cool-guitarist

Bagi Noldy, sesama musisi harus saling menghargai (facebook.com)

Bagi ayah 2 anak yang keduanya putri semua, kesempatan hidup di Jakarta tidak ia sia-sia kan begitu saja. Karena dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, dia tak segan untuk mencari teman bermusik sebanyak-banyaknya. Tentu dengan maksud agar ia bisa belajar musik dan mengasah kemampuanya agar menjadi lebih baik.

“Saya mencari temen bermusik sebanyak-banyaknya untuk bisa belajar bermusik dan membuka peluang bisa bermain dengan musisi-musisi kelas atas negeri ini,” ujar pria yang akrab dengan kacamatanya ini.

Dan benar saja updaters, kesempatan itu datang. Sosok yang ia kagumi sejak dulu dan merupakan salah satu inspirasinya, Erwin Gutawa mengajak Noldy untuk ikut bermain dalam Erwin Gutawa Orchestra. Tentu saja, bagi Noldy hal itu merupakan tantangan untuk bisa bermain musik dengan musisi bagus di Jakarta. Dari Erwin Gutwalah dia beranggap “Saya banyak mendapat ilmu tentang musik dari beliau”.

Sejak saat itulah, karena kepiawaianya dalam bermain gitar, nama Noldy menjadi viral dikalangan musisi ibu kota dan benar-benar pamungkas seperti nama belakangnya. Hingga pada akhirnya menemukan jalanya sendiri, nama-nama tenar macam Adi MS dengan Twilite Orchestra nya, Andi Rianto dengan Magenta Orchestra, Dian HP band, Purwacaraka Band sudah pernah merasakan biusan lead melodynya.

Noldy bersama Tohpati Ario sebagai music director "A Ballet Tribute To Chrisye" (facebook.com)

Noldy bersama Tohpati Ario sebagai music director “A Ballet Tribute To Chrisye” (facebook.com)

Noldy juga banyak terlibat dengan Artis / Musisi Indonesia dalam urusan rekaman maupun konser, diantaranya:  Erwin Gutawa Orchestra, Tohpati Orchestra, Krisdayanti, Titi DJ, Ruth Sahanaya, 3 Diva , Chrisye, Gita Gutawa, Glen Fredly, Afghan, Rosa, Tribute to Titik Puspa, Edo Kondologit, Tribute To Koes Plus ( Erwin Gutawa ) , Sheryl Sheinafia dan masih seabreg nama lainya.

Selain banyak terlibat dengan para musisi-musisi terkenal, Noldy juga sarat pengalaman dalam mengisi acara-acara pertelevisian nasional, seperti: Indonesian Idol ( RCTI ) , Indonesian Idol Junior ( MNC TV ) , X factor ( RCTI TV ) , Mamamia ( INDOSIAR ) , Lepas Malam ( TRANS TV ) , KDI ( MNC TV ) , Latin Night ( METROTV ) dll

Pesan Sam Noldy Untuk Musisi Malang Khususnya
“Pesan saya untuk yang menginginkan musisi sebagai profesi adalah harus disiplin, rendah hati, belajar musik terus, dengerin musik apa aja yang berkualitas, cari temen musisi yangg banyak, jangan lewatkan kesempatan untuk bisa terlibat di project2 /bermain dengan musisi2 bagus dan yang utama Hargailah sesama musisi.

Nah bagaimana updaters, keren bukan? Setidaknya pengalaman yang sudah dirasakan Noldy Benyamin Pamungkas bisa menjadi spirit plus bagi anda dalam berkarir di musik dan menjadikan musik sebagai profesi. <Er/y>.

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |