Norman Duarte Tolle: C-Four itu Crossover


c-four-news-arsip-foto-oktober-2016

C-Four (doc.portalmusikmalang.com)

Portalmusikmalang.com – Pasca merilis album New World bulan Mei lalu , C-Four disibukkan dengan sejumlah agenda promosi dan berbagai kegiatan lainnya. Salah satunya adalah media visit. Beberapa waktu lalu C-Four mengunjungi redaksi portalmusikmalang.com. Mereka adalah, Norman Duarte Tolle (gitar) dan Meme Mariana (vokal). Banyak hal terungkap dalam kunjungan mereka kali ini.

Meme Mariana, vokalis C-Four memaparkan, “C-Four disibukkan dengan sejumlah show ke beberapa tempat. Di Malang dan Surabaya yang paling sering, tapi juga tidak menutup kemungkinan akan merambat ke kota lainnya di Jawa Timur.” jelasnya.

Saat disinggung mengenai konsep musik album New World yang terkesan seperti sebuah album eksprimental, album gado-gado, multi influence , teknis dan idealis. Norman menanggapi “hal seperti ini adalah sesuatu hal yang wajar, contohnya Dream Theater yang alirannya progressif saja punya lagu seperti The Spirit Carries On.” paparnya.

Norman mengutip perkataan vokalis Pantera “setiap band kalau bisa mempunyai banyak influence, karena jika hanya satu influence akan terlihat mirip”. Dan apabila setiap personil dalam band mempunyai influence masing-masing, itu akan membuat band tersebut bagus.”

Norman juga tak sependapat jika bermusik itu ada batasan-batasan,  “kenapa bikin musik itu harus dibatasin sesuatu, kalau selama kita masih bisa eksplor musik.” terang peraih gitaris terbaik di ajang GGRC Rock Competition yang diselenggarakan oleh promotor kawakan, Log Zhelebour.

c-four-news-arsip-foto-oktober-2016-foto-2

Meme & Norman

Dengan sudut pandang seperti itu, sah saja jika ia menyebut C-Four itu crossover. Band lintas genre yang tidak terpatok dalam satu genre musik saja.

Lanjutnya, “tujuan dari album ini sebenarnya tidak terlalu memfokuskan pada penjualan, tapi lebih ditujukan untuk memperkenalan C-Four kembali setelah lama vakum.” ungkap Norman gitaris sekaligus leader dari band.

Meski demikian, album dengan single hits “Melayang” mampu menembus penjualan hingga 500 keping dalam kurun waktu 3 bulan.

Bagi Norman, kepuasan dalam karya musik adalah diri sendiri. Seperti yang disampaikan kepada portalmusikmalang.com , “orang paling pertama yang harus dipuaskan oleh lagu yang kita buat adalah diri sendiri. Banyak band sekarang yang terpaksa mengubah aliran demi memuaskan orang lain tanpa memuaskan diri sendiri.” pungkasnya.

Disentil perihal plus-minus dengan jumlah personil C-Four yang kini beranggotakan 2 personil saja, Meme dan Norman kompak menjawab, “tentu lebih banyak minusnya daripada positifnya. Setiap kali akan show, kami selalu dipusingkan dengan urusan additional.” ujar keduanya bergantian.

Seperti yang terjadi menjelang perilisan album kedua, New World. Drummer mereka cabut dari band, dengan alasan ingin konsentrasi karir di Ibu Kota.

Lantaran faktor krisis personil di posisi bass dan drum, Meme dan Norman tak memungkiri ingin mencari personil baru untuk melengkapi skuad favorit, 4 orang. Lantas kriteria apa yang dibutuhkan untuk C-Four?

Norman mengatakan, “dalam mencari personil sama halnya dengan mencari pacar. Harus benar-benar cocok dan mengerti kemauan band. Tapi C-Four juga sangat terbuka bila ada orang yang menawarkan diri untuk mengisi posisi yang kosong tersebut dengan syarat konsisten dan berkomitmen tinggi.” jelas Norman. (wawancara. Rendy/ editor. ery/c1/sip).

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |