Pagi Berdarah #SalimKancil Menginspirasi Iksan Skuter Ciptakan ‘Kisah Kakek Dan Cucu’


iksan-skuter-buat-lagu-salim-kancil

Iksan Skuter pray for Salim Kancil

Portalmusikmalang.com – Peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Selok Awar Awar menginspirasi musisi independen asal malang Iksan Skuter untuk menciptakan lagu berjudul ‘Kisah Kakek dan Cucu’. Lagu tersebut dirilis hari ini, Selasa 29/9/2015 lewat akun Soundcloudnya.

Seperti yang diberitakan oleh banyak media, peristiwa pagi berdarah yang terjadi pada tanggal 26/9/2015 di Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur telah menewaskan pria bernama Salim. Kronologisnya, saat itu matahari pagi tengah menyinari dengan hangat desa tersebut, disebuah halaman rumah seorang pria paruh baya bernama Salim sedang menggendong sang cucu tercinta dengan penuh kasih sayang layaknya seorang Kakek kepada Cucunya. Tak lama kemudian segerombolan orang berjumlah 40 menyeruak masuk untuk menjemput paksa Salim ikut bersama mereka. Salim pun dengan terpaksa meninggalkan cucu yang begitu dicintainya, kelompok preman tersebut mengikat Salim dan menyeretnya menuju Balai Desa Selok Awar Awar.

Tiba dilokasi kejadian, entah Iblis dari mana yang merasuki mereka, dengan kejamnya Salim di siksa secara keji, tubuhnya di setrum listrik, lehernya di gergaji, di pukuli dengan berbagai benda tumpul. Tak satupun perangkat Desa maupun warga sekitar yang berani menghentikan AKSI IBLIS tersebut. Entah mengapa…!!

Salim pun tewas dengan kondisi tubuh yang mengenaskan. Lelaki tua tersebut menjadi korban kekejian gerombolan preman setelah memperjuangan hak tanahnya sebagai aktivis yang menolak penambangan pasir besi liar di Desa tercintanya, Selok Awar Awar.

Lirik ‘Kisah Kakek Dan Cucu’ – Iksan Skuter –

Pagi itu seorang kakek sedang mesra memeluk sang cucu
Bernyanyi lirih dan bercerita tentang indahnya dunia
Langit yang cerah..angin lembut membelai mereka berdua

Pagi itu di sebuah desa yang jauh disana

Pagi itu menuju siang mereka mulai bergerak datang
Memecah heningnya desa membawa batu.. kayu.. dan parang
Menggiring paksa menyeret kakek itu ke balai desa
Dan memaksa untuk melepaskan pelukan mesra untuk cucu tercinta

Pagi itu setengah jam berlalu
Pagi itu seorang kakek roboh tak bernyawa

Jauh disana nyawa murah harganya
Jauh disana uang seperti agama
Jauh disana nyawa mudah hilangnya
Jauh disana uang seperti agama

Pagi itu sang kakek berpisah dengan sang cucu
Pagi itu….ooohh pagi itu….

Iksan Skuter, musisi yang mengaku sebagai Selebritis Kurang Terkenal ini rupanya terpanggil nuraninya dengan mencurahkanya lewat karya, mendedikasikan single lagu tersebut untuk sang pejuang/aktivis lingkungan bernama Salim, dan juga pejuang lainya seperti Tosan yang turut menjadi korban di peristiwa yang sama. <Er/y>.

BERITA TERKAIT
Ketika ‘Selebritis Kurang Terkenal’ Berbicara Pentingnya Konsep Dalam Bermusik

Pendistribusian Ala Selebritis Ini: Warteg Pertama Di Dunia Yang Jual CD Orisinil

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

comments

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |