Proyek Bersejarah “Brian May and Friends: Star Fleet Project”


star-fleet-project-brian-may

Kolaborasi Brian & Eddie (doc. vhnd.com)

Portalmusikmalang.com – 33 tahun silam, tepatnya 31/10/1983, gitaris Queen, Brian May pernah membuat proyek iseng yang dinamakan Star Fleet Project. Melengkapi proyek itu, dia mengajak Eddie Van Halen (gitaris Van Halen), Alan Gratzer (drummer REO Speedwagon), Phil Chen (additional bassis Jeff Back & Rod Stewart), Fred Mandel (session player keyboardis), dan Roger Taylor (drummer Queen) yang kebagian peran mengisi backing vokal.

Dikutip dari berbagai media luar negeri, proyek ini awalnya tidak dimaksudkan untuk dirilis (resmi), namun hanya untuk senang-senang saja. Rilisan albumnya pun disebut sangat terbatas. Mungkin hanya diproduksi ratusan saja. Jadi nggak heran, banyak orang yang tidak mengetahui proyek itu. Cek di situs Youtube ketik keyword: Star Fleet Project bagi kamu yang penasaran.

Begini awal mulanya. Pada suatu pagi, salah satu putra Brian May, Jimmy May sedang menonton salah satu saluran televisi Inggris yang menayangkan film besutan Jepang tentang robot raksasa melawan monster. Sembari menemani sang anak, Brian tak hanya turut menonton saja, namun lagu yang menjadi tema dalam film itu membuatnya tertarik. Hingga lantas muncul ide untuk membuatnya dalam versi Hard Rock.

Suatu ketika Brian sedang di Los Angeles selang beberapa bulan kemudian. Di Kota itu dia bertemu dengan teman-temannya yang tersebut di atas. Brian lantas membicarakan ide yang tengah berkecamuk dipikirannya, dan merekapun sepakat dengan ide itu. Hingga akhirnya proyek senang-senang ini langsung mereka kerjakan, dan masuk ke studio rekaman.

Sejarah dimulai April 1983

cover-star-fleet-project

Star Fleet Project

21 April 1983, adalah hari pertama dalam studio rekaman. Proyek Star Fleet tengah dimulai. Brian merasa grogi dan tegang di hari itu, di lansir oleh queenzone.com, “I thought it was the most adventurous and ambitious thing to try.” ujar Brian. Lanjutnya, “We were very up and full of nervous tension. I think you can tell by the way we played. We all didn’t know each other and it was very electric. Everyone looked at each other wondering what the Hell was going to happen next-very funny. The situation produced a strange and different kind of energy”.

Spontanitas, dan penuh semangat itulah yang menggambarkan situasi dalam studio rekaman kala itu.

22 April 1983, memasuki hari kedua. Lagu berjudul Let Me Out mulai direkam. Pada awalnya, lagu itu akan dibuat beda dengan lagu pertama, Star Fleet. Dikutip dari  vhnd.com, lagu ini menampilkan Eddie dan Brian melakukan Trading Bluesy solo. Uniknya, pada bagian solo gitar di akhir lagu kalau didengar dengan seksama akan terdengar Eddie memutuskan senar dan tetap melanjutkan permainan dengan sisa 5 senarnya. Eddie memaksa senar tertingginya dibending tinggi dengan tremolo picking super cepat hingga putus. Awalnya Brian ragu harus melakukan apa untuk kejadian ini, kemudian dia berfikir “No, it’s great, because nobody has ever heard that on a record before.”

Let Me Out ternyata malah memancing lahirnya lagu ketiga yang berjudul Blues Breaker. Ditulis di studio ketika Eddie dan Brian berbicara tentang kecintaan mereka terhadap album klasik Blues Breaker-nya John Mayal dan Eric Clapton. Mereka membayangkan bagaimana bebas dan mudahnya pada jaman album itu (tahun 1966), kemudian mereka jamming memainkan riff yang mirip-mirip salah satu lagu di album Blues Breaker dan direkam sepanjang jammin tersebut.

Lagu Blues Breaker yang didedikasikan untuk Eric Clapton ini menghajar pendengar hampir 13 menit sarat blues. Eddie memainkan blues dari style chuck berry hingga permainan tremolo dan tapping. Eddie dan Brian bermain jamming spontan secara menakjubkan dengan cara solo yang bersautan (call and response solos). Fred Mandel memainkan comping piano dan solo piano yang melengkapi lagu yang didominasi gitar ini. “In “Blues Breaker” you can hear us smiling as we search for answering phrases,” jelas Brian. Momen yang sangat langka.

Akhirnya setelah melewati proses rekaman, proyek Star Fleet pun selesai. Saat itu Brian tidak berfikir untuk merilisnya, Dia merasa tidak yakin hasilnya akan bagus. Hanya untuk merekam kemudian menyimpannya sebagai dokumentasi pribadi. Namun ada beberapa pihak yang mengusulkan untuk dirilis. Galau, itu yang dia rasakan.

4 bulan berselang, Brian mengontak Eddie dan menyampaikan maksudnya untuk merilis proyek yang pernah mereka buat. Alih-alih langsung disetujui,  Eddie malah lupa seperti apa hasil rekaman yang pernah dibuatnya. Lalu ia meminta Brian untuk mengirimkan hasil rekaman itu ke rumahnya. Setelah melalui sejumlah pertimbangan, Eddie pun menyetujui, dan tepat tanggal 31 Oktober 1983 lahirlah album “Brian May and Friends: Star Fleet Project” yang berisikan 3 lagu, Star Fleet, Let Me Out, dan Blues Breaker. Mini album itu dirilis dalam bentuk mini vinyl.

Bisa dibayangkan, mini album tersebut tentu mempunyai value yang sangat tinggi. Tersimpan sebagai historis, karena tidak ada sekuel kedua setelah kelarnya proyek tersebut. Dirilis dalam jumlah terbatas, dan tidak tersebar di seluruh dunia. Jadi bagi yang memiliki album tersebut, dipastikan seperti memiliki harta karun. Mengingat cerita yang terselip dalam proyek album itu dan ditunjang kolaborasi langka dua gitaris top dunia, Brian May dan Eddie Van Halen. Banyak media luar negeri menyebut, munculnya mini album tersebut telah menghebohkan dunia. (ery/c1/sip).

Sumber: queenzone, vhnd, wikipedia dan bengkel musik.


Info Terkait

Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |