REVIEW Young Blood Invasion Compilation #1


kompilasi young blood invation 1

Young Blood Invasion #1

Portalmusikmalang.comYoung Blood Invasion Compilation sebuah kompilasi yang memang sudah waktunya dirilis, bukan kebetulan 6 band yang membawakan 12 materi rancak adalah band2 bagus, bahkan ada beberapa yang diluar perkiraan pengetahuan musikal saya. Young Blood Invasion Commpilation mengusung materi2 hardcore dari bermacam style yang layak disimak.

Dibuka oleh Still Against yang bermain di lantang di tikungan2 nada hard-hitting, straightforward, moshable NYHC. Tegas, mereka sudah jelas tahu apa yang mereka lakukan dalam bermain didalamnya, NYCH yang nama band2nya lebih cenderung besar disisi attitude gangsternya dibanding musikalitasnya memang berciri menghentak di groove2 berat, moshable, dan gagah. Aroma modern Madball nya sangat terasa. Still Against meraciknya sehingga tidak terkesan membosankan seperti yang diluar dugaan dilakukan Madball di album Empire. Sulit untuk mengartikulasikan contoh, tapi Still Against sudah melakukan bagian mengagumkan dari sebuah kerjasama.

Selanjutnya adalah Roots Of Earth, jika kuping anda lebih dominan menyimak gelontoran metal hardcore dari Eropa, Roots Of Earth adalah jawabannya, beat2 agresif dan riff2 thrashy tajam yang dicampur bersama-sama. Cerdik dalam membaur agresi dan kemarahan HC dengan teknik metal yang berat. Congress, Spineless, Regression, Liar, Arkangel adalah contoh sempurna buat panutan musik mereka.

Masih di akar musik yang similar dengan Roots Of Earth di ranah Metallic hardcore, Strike Ball bermain lebih crunchy, dengan sodokan gitar yang sangat berani, silahkan buktikan sendiri, lagu dengan titel Desire Hatred mampu menggebrak tatanan musik metal hardcore lokal pada umumnya. Saya selesaikan Desire Hatred dengan harapan Strike Ball tidak kedodoran di track ke 2 bertajuk Way Of Justice, lega rasanya, mereka bermain sama bagus nya di trek ini, unpredictable tempo, sekaligus pandai menggiring alur musiknnya ke dalam jebakan harmonisasi gitar yang mematikan.

Kemarahan masih terus berlanjut, pasukan muda bertalenta berikutnya adalah Follow My Judge, coba simak The ocean Tides, 30 detik pertama anda akan disergap hantaman tempo cepat yang umum diperdengarkan band2 metal lain, selanjutnya dengan liar nya mereka merambah dentuman metal hardcore yang agresif dan rentetan harmoni gitar yang menawan. Mereka akan sangat berbahaya jika bisa keluar dari jebakan suatu genre dan bermain total di rezim licik metal hardcore. Berbekal teknik bagus yang mereka punya, Follow My Judge bisa bermain rumit di track2 cepat yang mereka punya.

Kesan raw dan keras bisa didapatkan di lagu2 rombongan muda selanjut nya, Age Of Quarrel, apakah anda berfikir Cro – Mags? betul! mereka bermain dilingkaran groove2 berat NYHC. Meski saya lebih memilih mereka bermain ala Merauder, sebab Cro Mags sendiri lebih condong ke thrash crossover pada saat itu, (Thrash metal memiliki hubungan yang kuat dengan punk hardcore sejak awal) di 1985/1986, pengaruh genre ini mulai memiliki peran lebih dominan dalam beberapa band thrash amerika, terutama di New York scene. Lupakan sejarah, Age Of Quarrel bermain jujur dan tertib pada alur yang mereka tekuni, tidak melebar kesana kemari, saya tidak sabar menunggu full album mereka, atmosfer mengancam sangat terasa di lagu Aksamahengkara dan Metamorphosis.

Minority Embrace sangat layak bermain di gigs selanjut nya, Bane, Backfire dan Have Heart jadi panutan bermusik mereka, sengaja saya mencoret backfire dari benak saya ketika saya menyimak Everday Hardway, sangat jelas mereka bermain american hardcore, youthcrew, OCHC dan semacamnya, sontak ingatan saya tertumpu pada Today Is Struggle yang bermain dijalur yang hampir sama dengan Minority Embrace.

Traditional hardcore yang dibungkus 10% beat2 metal. Sebagai penjaga pondasi hardcore yang notabene berasal dari punk, Minority Embrace harus menjaga eksistensi mereka, berani memilih bermain di genre yang lebih tua adalah sebuah kebanggaan sekaligus tantangan.

6 band hardcore Malang yang sangat beragam dalam gaya bermain, dibungkus apik dalam sebuah kompilasi, jangan tertipu oleh usia mereka, teknik dan skill mereka tak patut dipandang sebelah mata, 1 – 2 tahun ke depan akan sangat banyak bermunculan band2 bagus dan bertalenta dari Malang.

*** Review ditulis oleh: Iwan Stolen


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |