Sandy Sri Yuwana, Inspirasi Dari Sebuah “Keterbatasan”


Sandy Sri Yuwana, Inspirasi Dari Sebuah Keterbatasan

image: Sandy Sri Yuwana at redaksi ©portalmusikmalang.com/J7

Portalmusikmalang.com – Audisi gitaran sore (Malang) yang digelar beberapa waktu lalu memunculkan bakat-bakat muda yang luar biasa, dari lima peserta yang lolos ke acara puncak Gitaran Sore yang bakal digelar pada tanggal 02 Juni 2015 nanti, terselip satu nama dan sosok yang cukup menarik perhatian, yakni Sandy Sri Yuwana. Apa pasal? Ya.. dengan ‘Keterbatasanya/Difabel’ sejak lahir, Sandy mampu bermain gitar dengan apik pada saat audisi gitaran sore lalu. Bagi updaters nama Sandy mungkin masih terasa asing dipeta pergitarisan kota malang, nah dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, kami (portalmusikmalang) berhasil mengorek lebih jauh tentang sosok pria muda berusia 19 tahun dikantor redaksi kami.

Sandy, begitu panggilan akrabnya oleh teman-teman satu kampus di Universitas Brawijaya Malang. Mengenal dan belajar gitar semenjak kelas 6 Sekolah Dasar/SD. Saat itu sandy hanya sekedar tertarik saja, karena melihat kakaknya yang bisa memainkan alat musik petik tersebut.

Menginjak bangku SMP, Sandy mulai doyan mendengarkan musik-musik rock, salah satunya seorang virtuoso gitar kelas wahid Joe Satriani yang menginspirasi dia untuk semakin serius belajar gitar. Awal keseriusan Sandy tidak semudah yang updaters bayangkan, dengan tangan kiri yang tidak sempurna pada jari-jarinya, tentu Sandy menemui kendala besar dan mengalami kesulitan dengan kondisinya tersebut.

“Kakak yang mengajari saya pun juga kesulitan harus menggunakan ‘Formula’ apa yang cocok buat saya? Karena cara memainkanya kan juga beda”, ujar pria berkacamata ini.

Tak pantang menyerah, dengan kemaunya untuk belajar gitar yang demikian menggebu-gebu, Sandy tidak putus asa dibalik kekuranganya itu, dia akhirnya memutuskan dan mencoba bermain dengan gaya kidal serta picking yang menggunakan telapak tangan (dekat jempol).

Dengan konfigurasi gitar standard right hand yang kemudian dia balik menjadi left hand, otomatis posisi senar E/6 dibawah. Setelah mengulik dan terus mengulik, akhirnya dengan cara seperti itu sandy merasa comfortable. Sudahkan bernar-benar nyaman?? Ternyata masih ada kendala lain yang Sandy temui, karena Cutaway gitar standar (right hand) mempunyai lengkung lebih dalam dibagian bawah ketimbang diatas, Nah otomatis jika dibalik, posisi Cutawaypun juga terbalik. Hal tersebut menyulitkan Sandy saat bermain di not-not tinggi terutama di fret 15 ke atas.

(Baca juga: Lima Gitaris Lolos Dalam ‘Audisi’ Gitaran Sore Malang 2015)

Tidak kehilangan akal, Sandy membawa gitar tersebut ke luthier untuk memodifikasi Cutaway pada sisi atas gitar standard (Right Hand) untuk dimodif lebih dalam seperti Cutaway bagain bawahnya.

Lantas kenapa tidak menggunakan gitar Left handed standard keluaran pabrikan? “Dulu pernah, tetapi saya malah merasa kesulitan, karena gitar Left handed standard pabrikan konfigurasinya menyesuaikan, yakni dengan not E/6 di atas, sedangkan saya semenjak dari belajar sudah terbiasa dengan gitar standard yang kemudian saya balik menjadi Left handed”, ujar Sandy.

Sandy hingga saat ini sudah menguasai beberapa teknik permainan gitar, seperti Tapping contohnya. Bagi sandy teknik gitar yang sulit dia dipelajari adalah sweep picking, hingga sekarang masih belum menemukan cara bermain yang tepat dengan keterbatasan yang dia hadapi.

Menghadapi acara puncak Gitaran Sore pada bulan Juni nanti, Sandy mempersiapkan diri dengan lebih baik, ada latihan khusus yang sedang dia genjot terus menerus. “Kedua orang tua saya bangga, ketika saya memberi kabar kepada beliau bahwa saya lolos dalam audisi tersebut”, ujar anak ke dua dari tiga bersaudara tersebut.

Apa sih yang begitu memotivasi Sandy agar bisa bermain gitar dengan baik?? Banyak orang-orang difabel, tetapi mereka mampu dan sukses “Tuhan menciptakan manusia dibalik kekuranganya pasti ada sisi kelebihan, dengan apa yang saya dapatkan sekarang, Saya semakin tahu, kalau semua manusia itu punya kelebihan/ specialias masing-masing pada dirinya. Jadi gak usah perlu minder dengan kondisi yang tidak sempurna (difabel)” ujarnya penuh keyakinan mantab.

Terbukti, Sandy juga pernah menyabet sebagai The Best Guitar dalam sebuah festival band tingkat SMP-SMA sejawa-timur yang di adakan oleh salah satu vendor telephone seluler pada 2010 lalu.

Updaters, dalam sebuah obrolan penuh makna dengan Sandy yang dikenal cukup humble dimata temanya ini kita bisa memetik sebuah pelajaran yang sangat berharga, “Tuhan demikian adil dalam menciptakan kita sebagai manusia, dibalik kekurangan yang ada pasti tersimpan kelebihan dahsyat yang tidak kita sadari, jadi pergunakanlah dengan maksimal apa yang telah Tuhan berikan yang terbaik untuk kita.

Nah…updaters, bagi kamu yang penasaran dengan sandy, jangan lupa tanggal 2 Juni 2015 nanti tonton dia di puncak acara Gitaran Sore di Taman Krida Budaya, Soekarno-Hatta malang. <Er/y>.


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |