Sanjungan Sylvia Saartje Untuk Tantri Kotak, Keren!


Sylvia saartje rock tidak harus berteriak

Sylvia Saartje (Foto: dok.portalmusikmalang.com)

Portalmusikmalang.com – Bagaimana perkembangan musik rock di Indonesia menurut seorang Lady Rocker seperti Sylvia Saartje? Pertanyaan tersebut mewakili rasa kegelisahan para penikmat musik rock yang kini seakan merasakan di negeri ini makin jarang muncul karya/album dari band maupun para solois. Anggapan bawah musik rock telah memasuki fase breakdown-pun muncul ataulah mati suri. Benarkah demikian?

“Sebenarnya sih nggak juga kalau dianggap mati suri. Konser rock masih jalan dan gaungnya masih ada. Kalau untuk album / karya mungkin iya. Kita bisa menilai belum ada yang terlalu muncul banget. Tetapi saya punya harapan di tahun 2016 ini akan muncul itu kembali, begitu juga dengan jenis musik lain”. ujar Sylvia menerangkan.

Hal yang sama kami kerucutkan saat menyinggung perihal makin langkanya figur lady rocker diranah musik nasional. Seperti kita ketahui, Indonesia pernah melahirkan nama-nama legendaris seperti Sylvia Saartje, Renny Djajoesman di era 70an-90an. Setelah itu muncul sosok Ita Purnamasari, Nicky Astria, Inka Christie, Conny Dio, dan sederet nama beken lainya, namun setelah fase itu lewat, makin kesini seakan sulit menemukan sosok pengganti yang benar-benar muncul kepermukaan. Sosok yang pantas disebut sebagai ‘The next generation lady rocker’.

Jippie atau Sylvia tak menyanggahnya namun juga tak sepenuhnya membenarkan. “Untuk saat ini saya melihat hal itu pada sosok Tantri vokalis Kotak. Meskipun formasinya band dan bukan seorang solois tetapi Tantri keren loh, itu aku hanya melihatnya dari kacamata aku sendiri. Tetapi mungkin yang masih tersembunyi atau yang belum keliatan banyak banget yang keren-keren. Anak indie banyak banget, hanya saja mereka belum mencuat”. pungkasnya.

Ditengah jaman yang makin maju dan seiring dengan kemajuan teknologi yang makin canggih tentu sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan musik itu sendiri. Tak dipungkiri lagi, era digital seperti sekarang sedikit banyak mempengaruhi evolusi musik itu sendiri. Kini berbagai pakem genre musik makin ber-evolusi menjadi ber-anak pinak. Begitu juga yang ada dalam musik rock. Munculnya beragam budaya / jenis musik baru dari berbagai negara didunia pastinya sangat mempengaruhi ekosistem dimana ia tumbuh.

Hal ini diakui oleh Sylvia Saartje, “Kita saat ini hidup di jaman modern, kita nggak bisa untuk tidak menerima pengaruh kebudayaan dan musik serta macam-macamnya dari manapun. Menurut saya memang harus begitu, karena kalau nggak gitu kita nggak akan maju. Cuman..untuk aku pribadi ya aku jadi diri aku sendiri karena saya milik Indonesia. Jadi didalam hati ini aku harus berbuat untuk Indonesia dengan karya. Kita harus berkarya, karena kita dimusik ya buatlah karya musik“. pungkas sang Lady Rocker yang sempat merilis satu buah lagu bersama Gugun Blues Shelter pada 2013-2014 lalu berjudul Love is the answer.

Bagi Sylvia Saartje, rock itu sudah menjadi bagian hidupnya, Life Style. Tak itu saja, Rock mempunyai arti yang luas. “Rock tidak harus berarti berteriak. Tetapi kita hidup didunia dengan kehidupan yang keras, coba lihatlah disekeliling kita. Bagaimana antar manusia sudah saling membunuh dengan kejinya dan berbagai perilaku buruk lainya. Hal yang melanggar batas norma kemanusiaan banyak terjadi di lingkungan sekitar kita. Dan aku sudah membawa itu semua dalam hidupku, menyuarakan itu semua lewat lirik lagu”. tuntas pengagum Janis Joplin tersebut. (er/y)

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |