Sejarah Kemunculan Efek Gitar


Sejarah efek gitar by portalmusikmalang

Efek Gitar (npr.org)

Portalmusikmalang.com – Anda pasti mengenal apa itu Delay, Reverb, Chorus, Wah, dan lain sebagainya. Dikalangan musisi, efek adalah perangkat penting yang kerap digunakan dalam setiap pertunjukan. Efek memiliki fungsi dasar sebagai alat untuk “memanipulasi” atau merubah signal suara agar menjadi lebih menarik. Namun pernahkah terbersit dibenak anda bagaimana sejarah efek itu sendiri??. Artikel berikut akan mengupas historisnya.

Dulu, efek awalnya sering di pakai studio rekaman. Dimulai sejak pertehangan tahun 1930-an hingga 1940, insinyur rekaman dan musisi eksperimental seperti Les Paul mulai mencoba memanipulasi rekaman pita reel-to-reel untuk menciptakan efek echo yang tidak biasa, lebih ke suara futuristik anggapan kala itu. Teknik yang digunakan adalah penempatan Mikrofon dalam ruang dengan sifat akustik yang dirancang khusus untuk mensimulasikan echo kamar, era sekarang populer dengan sebutan tehnik miking.

Efek Lahir dari Ampli Tabung.

Gibson amp tube echo effect

Circa 1940 Gibson EH-150 (imperialvintageguitars.com)

Amplifier built-in adalah efek pertama yang digunakan secara teratur di luar studio oleh gitaris. Sejak akhir 1940-an dan seterusnya, Gibson Guitar Corp mulai memasukan sirkuit vibrato di ampli combo. Tahun 1950 awal Ray Butts amp EchoSonic menjadi yang pertama menggunakan fitur suara echo “slapback”, yang dengan cepat menjadi populer dan digunakan gitaris seperti Chet Atkins, Carl Perkins, Scotty Moore, Luther Perkins, dan Roy Orbison. Pada tahun 1950-an akhir mulai berkembang dengan munculnya efek tremolo, vibrato dan reverb yang banyak tersedia sebagai built-in efek pada ampli gitar. Good Premier dan Gibson membangun ampli power tube dengan reverb Fender dimulai pada musim semi dengan memasukan efek tremolo pada ampli Tremolux pada tahun 1955 dan Vibrolux pada tahun 1956.

Sejarah efek gitar Fender Tremolux 1955

Fender Tremolux 1955 (root note music)

Kemunculan efek suara kotor yang disebut dengan Distorsi awalnya tidak berpengaruh saat ditujukan oleh produsen ampli gitar, tetapi kadang bisa dengan mudah dipakai dengan “overdriving” pasokan listrik di awal ampli tabung. Gitaris Johnny Burnette dan Willie Johnson adalah di antara yang pertama dengan sengaja meningkatkan keuntungan diluar batas sesuai dengan tujuannya untuk mencapai suara distorsi “warm”. Dave Davies dari The Kinks dalam sebuah riset pada ampli gitar mencoba memotong efek-efek itu dengan pisau cukur untuk menghasilkan grittier suara gitar pada lagu rilisan 1964 berjudul ” You Really Got Me “. Pada tahun 1965, ampli gitar Marshall mulai menjual produk yang mampu menghasilkan nada warm dengan distorsi “crunch” yang ngerock banget untuk gitaris kala itu.

Gibson GA-80T Vari-Tone

Gibson GA-80T Vari-Tone (vintageguitar.com)

Semenjak keluarnya efek dari tahun 1950-an dan 60-an awal seperti unit GA-VI Vibrato yang di buat oleh Gibson dan Box Reverb besutan Fender terbilang mahal dan tidak praktis karena membutuhkan trafo besar dan tegangan yang tinggi. Unit-unit tersebut akhirnya berdiri sendiri selain permintaan konsumen sebagai efek yang menyatu pada amplifier. Yang pertama populer yang berdiri sendiri adalah Watkins Copicat pada 1958, tape relatif portabel dengan efek gema yang dipopulerkan oleh band Inggris, The Shadows.

Lahirnya Efek Transistor Stompbox.

Maestro Fuzz Tone

Maestro Fuzz Tone 1962 (johannburkard)

Revolusi munculnya efek portable. Hingga pada akhirnya dilakukan eksperiman pada amplifier berbasis transistor untuk menjejalkan kreativitas aural dari studio rekaman menjadi lebih sederhana dengan dibuat unit stompbox yang portable. Transistor muncul “menggantikan” amplifier tabung. Dalam sejarah Efek gitar pertama yang menggunakan transistor adalah Maestro Fuzz Tone pedal pada tahun 1962 menjadi terkenal setelah digunakan band Rolling Stones pada tahun 1965 dalam hits “(I Can’t Get No) Satisfaction”.

Pada bulan Februari 1967, Thomas Organ merilis pedal wah ke publik. Awalnya, perangkat itu dipasarkan sebagai “Clyde McCoy,” dinamai dengan terompet jazz yang banyak menggunakan efek suara bisu untuk menciptakan efek “wah-wah” di tahun 1920an sebagai pondasi awal. Tapi segera, setelah seorang karyawan pemasaran yang lebih cerdas menyarankan agar pedal itu terdengar seperti “tangisan bayi,” yang kemudian lahirlah nama “Cry Baby.” Karena hubungan kontraktual Thomas Organ dengan Vox, dua pedal diletakkan di rak (Di sisi lain dipanggil Vox Wah-Wah, dan yang lainnya, Cry Baby) keduanya dengan sirkuit yang identik.

Vox Clyde McCoy

Vox Clyde McCoy (priceeconomis.com)

Lalu bersama Roger Mayer, Thomas Organ mengeluarkan efek oktaf pertama, Octavia. Pada tahun 1968, Univox mulai memasarkan Uni-Vibe pedal, Sebuah efek yang dirancang oleh insinyur audio Fumio Mieda yang menirukan pergeseran fasa aneh dan efek chorus dari Leslie Rotating Speaker yang digunakan dalam orgen Hammond. Setelahnya, pedal efek segera menjadi favorit di kalangan gitaris kala itu seperti Jimi Hendrix dan Robin Trower. Setelah pertamakali mendengar Octavia, Hendrix diduga bergegas kembali ke studio dan segera menggunakannya untuk merekam solo gitar pada lagu “Purple Haze” dan “Fire”. Pada pertengahan 1970-an berbagai efek solid-state pedal termasuk flanger, chorus pedal, ring modulator dan phase-shifter mulai tersedia di pasaran.

ART SGE Mach II Rackmount Digital Multi Effect Midi Processor

ART SGE Mach II Rackmount Digital Multi Effect Midi Processor (reverb.com)

Pada 1980-an, unit efek digital rackmount mulai di produksi “menggantikan” stompbox sebagai format berbeda dengan banyak pilihan fitur efek dalam satu paket seperti delay, reverb, distorsi, dan lainnya yang di atur dengan bantuan controller. Salah satu yang terkenal adalah ART SGE Mach II Rackmount Digital Multi Effect Midi Processor. Hal ini tentu menjadi lebih praktis ketimbang era efek stompbox yang dibuat satu efek suara untuk tiap satu pedal. Sejak saat itu hingga sekarang efek digital makin berkembang pesat dengan lahirnya efek digital yang portabel tanpa membutuhkan controller. (ery/c1/sip).

Sumber; Smithjournal, Wikipedia, & Electronics howstuffworks.


Bagaimana Menurutmu?

comments

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |