Setelah 12 Tahun, Taking Back Sunday Merasakan Kebahagiaan


setelah-12-tahun-taking-back-sunday-merasakan-kebahagiaan

Taking Back Sunday

Portalmusikmalang.com – Sekali berarti bukan lantas mati, begitulah gambaran dari Taking Back Sunday dengan rilisan terbarunya, HAPPINESS IS. Band yang terbentuk pada tahun 1999 masih sama seperti dulu. Bahkan, sejak tahun 2011, Taking Back Sunday bereuni kembali dengan formasi tersuksesnya. Adam Lazzara (vokal), John Nolan (Gitar), Mark O”Connel (Drum), Shaun Cooper (Bass) dan Eddie Reyes (Gitar) bernostalgia sebagai band yang pernah sukses dan menjual jutaan keping CD ke penjuru dunia.

HAPPINESS IS seolah-olah sebagai album penyambung. Album ke-6 dari Taking Back Sunday ini menjadi gradasi dari sound 2 album pertama, TELL ALL YOUR FRIEND dan WHERE YOU WANT To BE dengan album major mereka, LOUDER NOW serta NEW AGAIN. Pasalnya, setelah 10 tahun, Adam Lazzara cs memilih merilis kembali albumnya lewat indie label, Hopeless Records. Hasilnya, album ini seakan menjahit semangat dan kebebasan indie dengan sound yang terdengar lebih renyah.

Single Flicker, Fade dan Stood A Chance bisa mencerminkan bagaimana Taking Back Sunday memilih jalan tengah. Flicker, Fade mewakili sisi depresif dan puitis ala band post-hardcore tahun 2000-an. Sedangkan Stood A Chance akan terdengar memiliki pendekatan yang lebih pop dan catchy.

“Adam dan John menulis semua lirik album ini. Kami telah melewati situasi emosi naik dan turun dalam kehidupan personal dan karir,” ujar Shaun kepada KapanLagi.com® saat ditanya latar belakang single Flicker, Fade.

Selama dua tahun, Taking Back Sunday menyiapkan materi album mereka. Mereka merekam lagu baru di tengah padatnya jadwal tur dunia selepas merilis album selftitled pada tahun 2011. Hal ini membuat pengerjaan album HAPPINESS IS yang berisi 11 butir track tidak mudah.

“Tidak ada cukup waktu untuk latihan lagu baru saat soundcheck, jadi ya kami baru bisa berlatih lebih baik saat berada di tempat tertutup (studio),” lanjut Bassist Taking Back Sunday, Shaun.

Tidak hanya Flicker Fade, nuansa emosional serta desktruktif khas Taking Back Sunday bisa terasa klimaks di lagu Better Homes and Gardens.

“When you took that ring off. I sat there stunned. Parked out in my car. Surprised by what you’ve done,” nyanyi Adam. Yang kemudian ditimpali sensibilitas yang lirih, “It was all for nothing. It was all a waste. And now you’ll never be happy.”

Di track lain, It Takes More merupakan lagu paling ballad yang dimiliki HAPPINESS IS. Vokal Adam dan riff gitar Nolan bermain dengan tempo yang lebih lembut namun tetap menusuk. Sedangkan Beat Up Car semakin menggenapi hujaman keresahan terhadap cinta dan romantisme.

Dengan bekal materi seperti di atas, Taking Back Sunday punya amunisi yang jitu untuk membahagiakan para fans. Jika kebahagian itu tidak dapat dirasakan lewat lirik yang memang depresif, maka fans hanya akan menemukannya pada rasa rindu menikmati musik Taking Back Sunday. Shaun sempat tidak percaya kalau bandnya masih bisa bertahan selama 12 tahun, meski melewati berbagai pergantian formasi dan vakum. Namun, dari sinilah definisi kebahagian bagi Taking Back Sunday sendiri.

“Kami masih tak percaya setelah 12 tahun berlalu sejak album pertama kami rilis, kami masih sangat kuat,” lanjut Shaun. “Kami merasa sangat beruntung bisa menjalani mimpi-mimpi ini begitu lama. Kami bersyukur atas orang-orang yang terus mendukung band kami,” tutupnya dengan rasa bahagia.

Tracklist Album
1. Preface
2. Flicker, Fade
3. Stood a Chance
4. All the Way
5. Beat Up Car
6. It Takes More
7. They Don”t Have Any Friends
8. Better Homes and Gardens
9. Like You Do
10. We Were Younger Then
11. Nothing at All

Sumber : kapanlagi.com


Info Terkait

Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: MALANG | Indonesia | Mancanegara | INFO GEAR | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | IKLAN | Sitemap | Kontak | REDAKSI | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |