Studio Night Edisi Ke 9 Bersama New Al, Dari Grindcore Hingga Cuting Edge


crimson diary kenalkan lagu dari materi album baru

Crimsondiary at Studio night (Foto: Nova dp).

Portalmusikmalang.com – Studio Night kali ini memasuki edisi ke 9 yang usai digelar hari Senin 14/3/2016 di Godbless Cafe-2, Blimbing, Malang. Dari tempat yang kini menjadi landmarknya para musisi,  New Al Studio mengusung tujuh band dari berbagai macam genre musik. Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, Studio Night adalah ajang untuk mengenalkan, mempromosikan dan menunjukkan eksistensi studio musik di kota Malang berikut band-band yang menjadi “homeband-nya”.

Hari itu, dibuka oleh 3 band cadas yang berurutan langsung menggebrak panggung Godbless Cafe-2 yang di pandu oleh MC Lind ling delovin. Tampil secara spartan, mereka adalah Human Sadistic, Slave God dan Demonic Wears Revenge. Kontan saja, kondisi yang sebelumnya sempat terlihat adem ayem, spontanitas langsung panas seketika. Ritual moshing khas skena musik underground menjadi ajang wajib.

ritual moshing di new al studio night

Ritual moshing (Foto: Nova dp)

Usai gebrakan berbahaya dari 3 band tersebut, giliran Amoeba mencoba mereduksi kondisi, mereka berhasil menarik perhatian penonton dengan meng-cover salah satu single populer dari band Arema Voice. Appalus pun menjadi gift bagi band tersebut.

Decimal, band yang baru merilis single video klip “Perempuanku” pada Januari lalu mencoba menawar adrenalin penonton dengan lagu yang catchy dengan sentuhan rock alternative. Dalam kesempatan itu, Decimal sekaligus unjuk diri memperkenalkan single terbarunya bertajuk “Head Set”. Lagu yang terdengar easy listening tersebut nampaknya mampu menunjukkan powernya sendiri, terbukti, penontonpun nampak enjoy menikmati lantunan lirik dari suara Bambang.

penampilan decimal di studio night

Decimal at Studio night (Foto: Nova dp)

Usai penampilan apik dari Decimal, band rock alternative dengan sentuhan post rocknya yang cukup kental namun terdengar lebih ringan, Crimson Diary menjadi salah satu penampil yang ditunggu. Tongkrongan dan fashionable, itulah kesan awal yang menarik dari band yang di komandoi oleh Bems’ dkk. Crimson Diary memperkenalkan materi album terbarunya yang akan segera rilis, meskipun sempat terkendala masalah teknis yang sempat membuat Siklum tak nyaman berekspresi, hingga melemparkan gitarnya, namun mereka dapat menuntaskan penampilannya dengan apik.

Dan akhirnya penampilan unik dari band Reggae etnik, Tebonis (Joko Tebon) menjadi sesi klimaks untuk mengakhiri ajang Studio Night edisi ke 9 malam itu dengan bergoyang bersama. Band cuting edge asal Tumpang tersebut cukup menarik perhatian para pengunjung, maka tak heran jika hampir semua pengunjung bergoyang bersama mereka. (ery/c1/sip).

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |