Tarung Records; Soroti Modernitas Berbisa Merilis Debut EP


Berbisa Rilis Desember 2017 by portalmusikmalang

Berbisa (dok).

Portalmusikmalang.com – Geliat rock purba yang lagi semarak belakangan ini tak hanya diminati di kota besar saja, bahkan merambah dan mempengaruhi 4 pemuda yang berasal dari kota kecil di Jawa Timur, Purwosari. Berawal dari nongkrong dan ngobrolin musik akhirnya terlahirlah Berbisa yang baru saja merilis debut album pendek dengan judul yang sama.

Dipengaruhi kuat oleh band stoner rock seperti Kyuss, Nebula, Fu Manchu, Down hingga Alice In Chains membuat Muhammad Rizky Pradana (Vocal/Guitar) Ginanjar Ilham Sutrisno (Guitar), Ahmad Faisal Abid (Bass), dan Gabriel Doelano Nahara (Drum) mendirikan Berbisa pada tahun 2013. Musik yang sederhana dan tidak terlalu rumit namun jalinan bottom lines yang groovy nan solid membuat kamu membatu mengikuti alunan yang dinamis dipadu dengan lick gitar yang sangat beracun. Cek Soundcloud: orkesberbisa

Debut EP yang patut untuk disimak lebih lanjut dengan 3 lagu serta 1 lagu cover milik Alice In Chains berjudul Man In The Box. Berbisa bak ular yang tengah mengamati hiruk pikuk kehidupan sosial yang mulai carut marut dan tidak tertata. Simak single Asap yang menyuarakan carut marutnya jalanan dengan kendaraan yang semakin melimpah memproduksi polusi. Pada lagu ini Anandito Aprio, vokalis Gagak Rimang Stoned ikut berkolaborasi membuat lagu ini semakin stoned. Kerasnya kehidupan jalanan dengan sisi kelam yang selalu hadir di sudut kota dengan sosok menyeramkan dituangkan dalam lagu berjudul Preman.

Berbisa juga menyoroti modernitas yang mulai merongrong kehidupan suku pedalaman pada lagu Nyanyian Purba. Modernitas peradaban mulai merambah daerah asal mereka bahkan sampai pedalaman sekalipun. Satu sisi dapat menikmati kemudahan akses namun di sisi lain terdapat semacam eksploitasi dengan dalih pembuatan tempat wisata, industri pabrik, pembangunan jalan tol yang dampaknya ternyata merusak eklogi, kultur, maupun situs bersejarah.

Kultur yang seharusnya dipertahankan dan menjadi ciri khas dari sebuah bangsa kian terampas alih-alih atas nama peradaban. Mengingatkan akan kasus yang terjadi pada suku pedalaman di Riau, suku Badui dan berbagai masyarakat pedalaman lainnya yang dipaksa untuk berubah dan menerima kehidupan baru.

Kaset Tape Berbisa Desember 2017 by portalmusikimalang

Kaset Tape Berbisa (dok).

Sejak awal berdiri, Berbisa langsung ditempa dengan berbagai gigs yang digelar di luar kota. Mental mereka telah teruji tak hanya pada gigs namun juga panggung besar seperti Kickfest dan stage lainnya dengan penampilan yang menjanjikan. Satu hal yang patut disimak pada penampilan Berbisa adalah keunikan Ginanjar (Guitar) yang selalu tampil dengan style 70-an memakai Dashiki serta tanpa alas kaki yang terus menari sepanjang lagu sambil menyiksa gitarnya dan tetap memberikan lick tanpa ampun.

Perilisan debut mini album ini Berbisa dibantu oleh Tarung Records, sebuah label indipenden yang bermarkas di Malang. Diproduksi dalam format tape dengan distribusi tak hanya di Indonesia namun juga di negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapore yang merupakan rekanan distributor rilisan Tarung Records.

Ini merupakan sebuah permulaan yang patut untuk disimak dan diwaspadai karya selanjutnya. Waspadalah! Sekali mendengar racun ini mengalir di nadimu maka kamu akan teradiksi dengan nada mematikan dari Berbisa. (tr/pr).


Bagaimana Menurutmu?

comments

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |