Terhanyut “Badai” Dalam Konser Badai Pasti Berlalu Plus


konser badai pasti berlalu malang all artis

Konser Badai Pasti Berlalu Plus (Zeruya Anggraita)

Portalmusikmalang.com – Ijen Suites Grand Ballroom Malang menjadi saksi kembalinya karya fenomenal Erros Djarot dan Yockie Suryo Prayogo. Meledak pada era 70-an saat pertama kalinya film drama musikal berjudul Badai Pasti Berlalu ditayangkan. Imbasnya, soundtrack dari film tersebut begitu digandrungi para kawula muda kala itu. Bahkan, soundtrack Badai Pasti Berlalu dianggap sebagai pionir soundtrack album pertamakali di negeri ini. Kini, karya legendaris tersebut disuguhkan dan dinikmati kembali dalam wujud live konser bertajuk “Konser Badai Pasti Berlalu Plus” (27/5/2016).

Ovan Tobing, MC kenamaan para Aremania didapuk sebagai host dalam konser yang melibatkan banyak musisi ini. Menyapa para penonton dengan suaranya yang khas, dan sangat bersahaja, mengajak menikmati suguhan konser musik yang terbilang fenomenal pada malam hari itu.

Dibuka oleh penampilan rocker muda jebolan Indonesian Idol 2014, Husein Alatas tampil enerjik diawal konser saat membawakan tembang berjudul “Jurang Pemisah”, merupakan salah satu track dari album monumental rilisan 1977 dengan judul yang sama. Sedikit flashback, di album tersebut Yockie memainkan keyboards, gitar, dan drum, sedangkan Chrisye kebagian bass dan vocal, serta dibantu oleh Ian Antono (gitar) dan Teddy Sujaya (drum). Mereka mengusung progressive rock.

Once konser badai pasti berlalu malang

Makin menarik! Saat Keenan Nasution masuk sebagai estafet selanjutnya dengan diiringi band pendamping yang sama, dipimpin oleh Yockie Suryo Prayogo. Suasana malam begitu ramai oleh para penonton, ditengah hujan yang mengguyur kota Malang tak menyurutkan kehadiran mereka di lokasi pertunjukan, suasana hangat menyelimuti konser malam itu. Usai penampilan Keenan, selanjutnya eks vokalis Dewa 19, Once, mengambil peran sebagai penyanyi selanjutnya.

Penonton yang awalnya masih terlihat malu-malu, mencoba interaktif dengan mengikuti alunan lagu yang disuarakan oleh Once. Sing along pun mulai terdengar dalam venue berkapasitas 1500 orang itu. Saat lagu yang pernah dipopulerkan almarhum Chrisye berjudul “Citra Hitam” disenandungkan, penonton serasa teringat kembali saat album Sabda Alam dirilis pertamakali pada tahun 1978.

“Merinding! akhirnya dengar kembali lagu ini dan bisa nonton konsernya.” ungkap ibu paruh baya, teriakan kecil salah satu penonton yang terdengar oleh jurnalis kami, Dhiardana, saat memberikan live report kepada redaksi portalmusikmalang.com

Pada deretan terdepan terlihat tokoh-tokoh musik negeri ini, seperti Bens Leo, dan nampak juga sang kreator musik handal Erros Djarot. Begitu khusyuk menikmati alunan musik yang terdengar megah, seperti yang dijanjikan oleh Yockie Suryo Prayogo saat menggelar sesi press conference sehari sebelumnya.

deddy dhukun & dian pp konser badai pasti berlalu

Deddy Dhukun & Dian PP (Zeruya Anggraita)

Suasana makin menghanyutkan saja, tatkala lirik “Kau bunga di tamanku di lubuk hati ini, mekar dan kian mewangi melati pujaan hati” mulai terdengar. Tembang “Kau Seputih Melati” mengalun lembut dari suara khas Dian Pramana Poetra dengan iringan musik yang begitu nikmat dirasakan, dan dilanjut dengan “Selamat Jalan Kekasih.”

Makin seru saja saat Dian Pramana Poetra berbagi panggung bersama 2D alias Deddy Dhukun menyanyikan hits berjudul “Masih Ada”, kontan saja, penontonpun langsung berdendang bersama dengan lagu yang rilis untuk pertamakalinya di tahun 1989.

Usai duet menarik, bagi anda yang pernah merasakan boomingnya film berjudul “Badai Pasti Berlalu” pada tahun 1977, pasti tak asing dengan sosok penyanyi dalam film yang dibintangi  oleh Slamet Rahardjo, Christine Hakim, Roy Marten, dan Mieke Widjaja. Berlian Hutauruk, mengambil peran selanjutnya. Penyanyi wanita yang masih tetap enerjik di usia yang sudah tak muda lagi kini, mengingatkan kembali memori penonton dengan mengajak bernyanyi saat lagu berjudul “Badai Pasti Berlalu” mulai dinyanyikan. Berlian tampil luar biasa, tone suaranya masih terdengar jernih, sama persis tatkala ia pertamakalinya didaulat menyanyikan lagu dari film long lasting itu.

berlian hutauruk konser badai pasti berlalu plus

Berlian Hutauruk (Zeruya Anggraita)

Kini giliran penyanyi generasi muda pamer suara. Era 90-an lagu ini begitu digandrungi, anda pasti tak asing dengan potongan reffrain berikut, “cinta akan kuberikan bagi hatimu yang damai.” Ya, sebuah tembang hits dari almarhum Chrisye disuarakan secara live oleh vokalis handal asal Bandung, Marcell Siahaan. Suasana malam ini semakin menjadi-jadi, dan benar makin menjadi syahdu, tatkala Marcell dengan penuh penghayatan mampu membawakan dengan apik lagu berjudul “Kala Sang Surya Tenggelam”. Tersirat lirik yang cukup dalam dari lagu tersebut, bikin merinding.

Sosok paling muda dalam deretan penyanyi yang tampil malam itu, Gilang Samsoe, giliran mengisi stage. Penyanyi jebolan kompetisi Ride to Fame bersama The Rivers ini tampil cukup percaya diri saat menyanyikan lagu legendaris milik almarhum Chrisye berjudul “Pelangi”. Meskipun tergolong junior diantara penyanyi-penyanyi diatas, Gilang mampu menguasai panggung pertunjukan dengan baik. Konser malam itu juga menampilkan nama Debby Nasution, Kadri Muhamad, dan Fryda Lucyana.

eross djarot konser badai pasti berlalu plus

Eross Djarot (Zeruya Anggraita)

Louise Hutauruk, salah satu deretan penyanyi lawas yang paling ditunggu, pasalnya, setelah namanya melejit ditahun 1979, ia seakan lenyap begitu saja dari peta musik tanah air. Tak heran bila para penonton begitu penasaran dengan suara Lousie, “saya sempat kaget saat diajak kembali dalam konser Badai Pasti Berlalu, karena saya sudah lama tidak bernyanyi.”ujarnya.

Usai penampilan Louise, kini salah satu kreator handal dalam soundtrack film dan album “Badai Pasti Berlalu”, Eross Djarot didapuk untuk naik keatas stage, penontonpun memberi applaus meriah kepada pria kelahiran Rangkasbitung ini. Eross sempat menceritakan kisah menarik seputar soundtrack tersebut, setelah obrolan seru tak lebih dari 20 menit, tak lengkap bila Eross tak turut menyumbangkan suaranya, maka sebuah lagu berjudul “Merpati Putih” yang ia ciptakan bersama Yockie Suryo Prayogo mengalun dari pita suara pria yang kini sudah berusia kepala enam itu.

Dan akhirnya, pertunjukan yang menghabiskan waktu 3 jam ini ditutup apik oleh kolaborasi seluruh penyanyi yang mengisi konser badai pasti berlalu plus dengan sebuah hits kondang “Lilin Lilin Kecil”. Penontonpun sontak turut bernyanyi, memamerkan keromantisan, keharuan, dan penuh memori masa silam yang ada dibenak mereka. Ya, konser malam itu menjadi konser nostalgia yang tak akan pernah terlupakan, entah kapanlagi konser ini terulang kembali. Merinding. (ery/c1/sip).

Info Terkait


Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |