Usung Vokalis Baru, Album Kedua Hellhound Kental Progressive Death Metal


hellhound formasi 2016

Hellhound: Farizki, Budi, Habibi, Irul & Andika (Foto: dok.portalmusikmalang.com)

Portalmusikmalang.com – Band bergenre technical death metal asal Malang, Hellhound kabarkan tengah siapkan album ke dua mereka. Kabar ini dipastikan oleh para personel Hellhound saat dalam kunjungan ke redaksi portalmusikmalang.com beberapa waktu lalu (13/1/2016). Seperti yang disampaikan oleh Andika, “Saat ini Hellhound disibukkan dengan penggarapan album kedua, dan dalam waktu dekat, Insya Allah bulan Januari ini kami akan rilis 2 single demo terlebih dahulu sebelum launching album sepenuhnya,” pungkas gitaris berambut gondrong itu.

Jika tidak ada aral melintang, proses pembuatan album ini mereka targetkan tuntas dalam pertengahan tahun ini. Tetap dibawah bendera Brutal Infection Records, album yang akan berisikan 10 lagu ini sepertinya bakal lebih fresh dibanding sebelumnya. Konsep dan artworknya tidak jauh berbeda dengan album pendahulunya. Namun, ada beberapa hal menarik dalam album mereka kali ini, seperti yang diutarakan oleh sang penggebuk drum, Irul. “Dalam album kedua ada modifikasi perihal mitos-mitos Yunani, atau Greek. Digabungkan dalam bentuk lirik tetapi nggak sefrontal seperti album pertama (For Whom You Pray). Jadi lebih mainin cerita, banyak kata-kata deskriptif dan artworknya lebih berwarna,” pungkasnya.

Menjadi sebuah cerita beruntun, jadi nanti ada genesisnya, ada kejadian, ada puncak chaosnya, dan berakhir dengan omega atau endingnya. Sebuah kehancuran dari mitos yang kita ciptakan tadi.

Selain modifikasi dalam hal konsep, Hellhound akan muncul dengan aransemen musik lebih progressive, terinspirasi dari band-band progressive death metal macam Gorod atau oleh band yang diotaki Hannes Grossmann, Alkaloid. Seperti yang disampaikan oleh Andika, “Habit musik tetap, namun unsur Progressivenya sedikit lebih kental. Kita juga main lebih luas, memasukan old-school digabungkan dengan new wavenya. Neo classical tetap ada, namun nggak sekental album pertama,” ujarnya.

hellhound wawancara portalmusikmalang 2016-1

Hellhound akan lebih progessive death metal (Foto: dok.portalmusikmalang.com)

Seperti umumnya dalam sebuah band, pergantian personel adalah hal yang lumrah. Begitu juga yang terjadi pada Hellhound. Dalam album kedua mereka kali ini, formasi band yang diawaki oleh 5 pria ini ada sedikit perubahan. Nofa dan Dedi, yang sempat mengisi vokal dan bass di album pertama telah resign dari band yang dibentuk sejak tahun 2012 lalu. Tak terlalu lama mencari penggantinya, muncul nama Farizki Ade Pratama, yang mengisi kekosongan pada posisi bass setelah Dedi hengkang usai launching album pertama mereka di Jakarta tahun lalu. Begitu juga dengan Nofa, beberapa bulan kemudian ia cabut dari band yang telah menjual 500 keping CD pada album pertamanya itu.

Tak lama setelah Nofa hengkang, para personel Hellhound yang tersisa memutuskan untuk menggelar audisi mencari vokalis pengganti. Muncul 5 nama saat awal audisi itu, hingga akhirnya mengerucut menjadi 2 nama untuk mereka coba dalam beberapa kali latihan bersama personel lainya. Setelah proses itulah, nama Ayatollah Habibi diputuskan sebagai calon tunggal hingga akhirnya fiks menjadi vokalis tetap Hellhound. Setelah sebelumnya mereka mencobanya terlebih dahulu dalam dua kali show Hellhound di Malang dan di Batang (Pekalongan).

Sebagai member baru, bagi Farizki dan Habib, bergabung dengan Hellhound adalah hal yang mengasyikan bagi mereka berdua, sekaligus sebagai tantangan berat bagi keduanya. Maklum, basic musik mereka (sebelumnya) bisa dibilang njomplang dengan Hellhound. Farizki lebih ke metalcore dan Habib terbiasa dengan old school death metal bersama band sebelumnya. Namun itu bukan menjadi kendala besar bagi keduanya. Motivasi kuat dan keinginan untuk belajar itulah yang mampu merubah segalanya, sesuai harapan para personel Hellhound lainya.

Memasuki tahun 2016 ini, Hellhound tidak terlalu mulu-muluk dalam merancang segalanya. Kendati begitu, target positif tetap ada dalam tujuan mereka. “Harapan kami semoga iklim musik di Malang semakin lebih baik terutama di scene death metal, dan kami tetap berupaya seoptimal mungkin,” ujar mereka kompak saat menutup obrolan bersama kami. (er/y).


Info Terkait

Bagaimana Menurutmu?

Komentari Artikel Ini

Your email address will not be published.

Berita: Malang | Indonesia | Mancanegara | Info Gear | FaMoooSsss | Info Event | Foto | Kami | Iklan | Sitemap | Kontak | Redaksi | Pedoman Penulisan Siber | Kode Etik Jurnalistik |